Dahlan Iskan Tegas Soal Pertamina di Mahakam, Bagaimana Jero dan SBY?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Kamis, 04 April 2013, 16:48 WIB
Dahlan Iskan Tegas Soal Pertamina di Mahakam, Bagaimana Jero dan SBY?
blok mahakam/ist
rmol news logo Indonesian Resources Studies (IRESS) menyambut baik pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, kemarin, yang dengan terbuka dan gamblang telah menyatakan bahwa Pertamina mampu mengelola Blok Mahakam 100 persen segera setelah kontrak dengan Total dan Inpex berakhir.

Hal ini sekaligus mengkonfirmasi gagasan dan sikap yang sudah diadvokasi oleh IRESS bersama para pakar, tokoh masyarakat, Ormas, LSM, Serikat Pekerja Pertamina dan gerakan mahasiswa selama empat tahun terakhir, bahwa ditinjau dari aspek-aspek SDM, teknis, operasi, finansial, dan lainnya, Pertamina mampu mengelola Blok Mahakam.

Sebaliknya, IRESS menyayangkan sikap Menteri ESDM Jero Wacik yang masih saja terus mencari-cari alasan dan justifikasi guna memberi kesempatan kepada Total untuk tetap menjadi operator Blok Mahakam.

"Kami meminta Presiden SBY untuk segera memutuskan dan membuat pernyataan resmi bahwa sejak 2017 Pemerintah RI akan menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam kepada perusahaan milik negara, Pertamina," kata Direktur Eksekutif IRESS, Marwan Batubara, dalam keterangan tertulis ke media massa, Kamis (4/4).

IRESS mengingatkan bahwa keputusan tentang kontrak Blok Mahakam merupakan masalah yang mudah untuk ditetapkan tanpa banyak perdebatan. Hal ini berlaku terutama jika para pemilik kekuasaan berpegang pada konstitusi, kepentingan strategis negara, ketahanan energi nasional, kehormatan bangsa dan kepentingan seluruh rakyat.

"Keputusan menjadi sulit jika Pemerintah terpengaruh kepentingan asing atau ada oknumnya yang justru menghambat dominasi BUMN atau terlibat dalam upaya pemburuan rente," jelasnya.

Kemarin, Dahlan mengatakan, jika Pertamina diberi hak kelola Blok Mahakam, maka laba Pertamina bisa menembus Rp 171 triliun pada 2032 .

Kontrak kerja sama Mahakam dengan Total akan berakhir pada 2017. Kontrak pertama ditandatangani 31 Maret 1967 dengan jangka waktu selama 30 tahun. Lalu diperpanjang lagi selama 20 tahun pada 31 Maret 1997 dan akan berakhir 30 Maret 2017 [ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA