Wah, 99 Perusahaan Kabur Dari Ibukota

Diprediksi 450 Ribu Buruh Kehilangan Job

Kamis, 21 Maret 2013, 08:03 WIB
Wah, 99 Perusahaan Kabur Dari Ibukota
ilustrasi/ist
rmol news logo .Niat 90 perusahaan di ibukota mau hengkang ke luar daerah bu­kan semata-mata karena per­soal­an Upah Minimum Provinsi (UMP), tetapi juga jaminan ke­amanan.

“Persoalan UMP bukan faktor utama.  Tapi juga pertimbangan ke­amanan dan ketertiban. Me­reka menilai tidak ada ja­minan usaha lagi di Jakarta. Untuk menjaga keber­lang­sungan usaha pilihannya ha­rus pindah,” kata  Wakil Sek­re­taris Jenderal Aso­siasi Per­usa­haan Indonesia (Apin­do) Franky Sibarani kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Franky mengungkapkan, se­bagian besar perusahaan beren­ca­na pindah ke daerah lain tetapi ma­sih di Pulau Jawa. Diper­ki­ra­kan, setiap perusahaan akan meng­­habiskan modal investasi untuk relokasi sebesar Rp 970 miliar sampai Rp 1,6 triliun. 

Untuk itu, Franky meminta pemerintah DKI Jakarta mela­kukan upaya meng­antisipasi dampak rencana relo­kasi 90 peru­sahaan.

Ber­da­sarkan hitungannya, relokasi akan menyebabkan 450 ribu  bu­ruh kehilangan pekerjaan. “Kalau masing-masing peru­sahaan me­nam­pung 5 ribu buruh maka ada 450 ribu buruh teran­cam  kehi­langan pekerjaan atau job,” katanya.

Dia menyarankan, Pemerintah DKI tidak mengubah besaran UMP yang kini diberlakukan se­tidaknya sampai 2015. Alasan­nya, agar iklim usaha ke depan lebih kondusif dan bisa memberikan jaminan ke­pada buruh tetap bisa bekerja.

Ketua Umum Apindo Sofjan Wa­nandi mengatakan 40 persen dari 90 per­usahaan yang mau relokasi ke daerah lain  kini sedang dalam proses. Mereka sedang mencari tanah di Ka­wasan Jawa Tengah. “Secara bersamaan, kapasitas pab­rik itu akan dikurangi. Me­reka bertahap, perlu waktu satu tahun untuk pindah. Tutup pabrik itu tidak bisa sekaligus,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA