.Pertumbuhan industri otomotif tahun ini diramalkan akan sulit tumbuh. Ini lantaran adanya sejumlah regulasi pemerintah yang akan mengganggu penjualan kendaraan.
Namun, toh Gabungan IndusÂtri Kendaraan Bermotor IndoÂnesia (Gaikindo) tetap pede (perÂcaya diÂri). Gaikindo mempreÂdiksi, penÂÂjualan mobil akan baÂkal naik 10 persen, mesÂki terÂdapat beberaÂpa regulasi yang dikhawatirkan mengÂgangÂgu penjualan mobil.
Adapun regulasi itu adalah rencana kenaikan tarif dasar lisÂtrik (TDL), upah miÂnimum proÂvinsi (UMP), pengÂhapusan subÂsidi BBM, nilai tukar rupiah, baÂtas maksimum uang muka bank syariah dan krisis global.
Hal itu dikatakan Ketua I GaÂbungan Industri Kendaraan BerÂmotor Indonesia (GaiÂkinÂdo), Jongkie D Sugiarto via SMS keÂpada RakÂyat MeÂrÂdeka, kemarin.
Menurut Jongkie, penjualan kendaraan pada 2013 hanya naik sekitar 10 persen menjadi 1,2 juta unit mobil, dari penÂjualan tahun 2012 yang menÂcaÂpai seÂkitar 1,1 juta unit mobil.
“Gaikindo memprediksi penÂjualÂan hanya naik sekitar 10 perÂsen, karena kemungkinan adaÂnya kenaikan sejumlah komÂponen biaÂya dan berbagai renÂcana peÂmerintah terkait regulasi yang akan dilaksanakan tahun ini. Itu sudah diperhitungkan. Kalau tiÂdak ada reÂgulasi yang mengganÂjal, keÂnaikan bisa samÂpai 25 perÂsen,†ungkap Jongkie yang juga Presiden Direktur PT HyunÂdai Motor Indonesia ini.
Secara langsung, katanya, inÂdusti otomotif nasional akan meÂngalami dampak dari reguÂlasi peÂmerintah, terutama berÂkaitan deÂngan proses produksi maupun purna jual produk kendaraan.
Pembatasan uang muka (Down Payment/DP) bank syaÂriah seÂbeÂsar 30 persen pada Juli nanti, bisa memberatkan konÂsumen terÂtentu. Ini dikarenakan sejak pembatasan DP di bank konvenÂsional, baÂnyak konsumen berÂalih ke bank syaÂriah.
Jongkie memprediksi, varian moÂbil yang mendominasi pasar tahun ini adalah yang harganya di bawah Rp 100-200 juta. SaÂlah satu varian kendaraan yang masih akan populer pada 2013 adalah mobil multifungsi (MulÂti PurÂpose Vehicle/MPV) dan kenÂÂdaraan murah Low Cost Green Car (LCGC).
“Kami berharap peÂmerintah bisa segera memÂberikan regulasi serta insentif kepada produsen mobil,†ucap Jongkie.
Sedangkan Ketua Umum GaiÂkindo SuÂdirÂman M Rusdi justru memÂprediksi penjualan mobil hanya tumbuh 5 persen, dibanÂdingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 1 juta menjadi 1,05 juta unit tahun ini.
Sudirman terlihat pesimistis akan pertumbuhan penjualan mobil ke depan. “Gaikindo ragu dengan pertumbuhan tahun ini. Di tengah ketidakpastian krisis ekonomi global maupun poÂtenÂsial domestik market yang memÂÂpengaruhi pasar mobil naÂsiÂonal,†ujarnya.
Meskipun demikian, SuÂdirÂman menyatakan, konÂsumen IndoneÂsia masih potensial, khuÂsusnya dari goÂlongan kelas meÂnengah yang terus meningkat jumÂlahÂnya. Segmen konsumen ini, menjadi potensi pasar pemÂbeÂlian mobil baru.
“Ada sekitar 40 juta orang keÂlas menengah baru yang berÂpoÂtensi membeli kendaraan dan mampu mendorong peÂningÂkatan industri otomotif naÂsiÂonal,†ucap Sudirman. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: