Gaikindo Pede Penjualan Mobil 2013 Naik 10 Persen

Terganjal Regulasi Pemerintah, Industri Otomotif Sulit Tumbuh

Senin, 07 Januari 2013, 08:18 WIB
Gaikindo Pede Penjualan Mobil 2013 Naik 10 Persen
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Pertumbuhan industri otomotif tahun ini diramalkan akan sulit tumbuh. Ini lantaran adanya sejumlah regulasi pemerintah yang akan mengganggu penjualan kendaraan.

Namun, toh Gabungan Indus­tri Kendaraan Bermotor Indo­nesia (Gaikindo) tetap pede (per­caya di­ri). Gaikindo mempre­diksi, pen­­jualan mobil akan ba­kal naik 10 persen, mes­ki­ ter­dapat bebera­pa regulasi yang dikhawatirkan meng­gang­gu penjualan mobil.

Adapun regulasi itu adalah rencana kenaikan tarif dasar lis­trik (TDL), upah mi­nimum pro­vinsi (UMP), peng­hapusan sub­sidi BBM, nilai tukar rupiah, ba­tas maksimum uang muka bank syariah dan krisis global.

Hal itu dikatakan Ketua I Ga­bungan Industri Kendaraan Ber­motor Indonesia (Gai­kin­do), Jongkie D Sugiarto via SMS ke­pada Rak­yat Me­r­deka, kemarin.

Menurut Jongkie, penjualan kendaraan pada 2013 hanya naik sekitar 10 persen menjadi 1,2 juta unit mobil, dari pen­jualan tahun 2012 yang men­ca­pai se­kitar 1,1 juta unit mobil.

“Gaikindo memprediksi pen­jual­an hanya naik sekitar 10 per­sen, karena kemungkinan ada­nya kenaikan sejumlah kom­ponen bia­ya dan berbagai ren­cana pe­merintah terkait regulasi yang akan dilaksanakan tahun ini. Itu sudah diperhitungkan. Kalau ti­dak ada re­gulasi yang menggan­jal, ke­naikan bisa sam­pai 25 per­sen,” ungkap Jongkie yang juga Presiden Direktur PT Hyun­dai Motor Indonesia ini.

Secara langsung, katanya, in­dusti otomotif nasional akan me­ngalami dampak dari regu­lasi pe­merintah, terutama ber­kaitan de­ngan proses produksi maupun purna jual produk kendaraan.

Pembatasan uang muka (Down Payment/DP) bank sya­riah se­be­sar 30 persen pada Juli  nanti, bisa memberatkan kon­sumen ter­tentu. Ini dikarenakan sejak pembatasan DP di bank konven­sional, ba­nyak konsumen ber­alih ke bank sya­riah.

Jongkie memprediksi, varian mo­bil yang mendominasi pasar tahun ini adalah yang harganya di bawah Rp 100-200 juta. Sa­lah satu varian kendaraan yang masih akan populer pada 2013 adalah mobil multifungsi (Mul­ti Pur­pose Vehicle/MPV) dan ken­­daraan murah Low Cost Green Car (LCGC).

“Kami berharap pe­merintah bisa segera mem­berikan regulasi serta insentif kepada produsen mobil,” ucap Jongkie.

Sedangkan Ketua Umum Gai­kindo Su­dir­man M Rusdi justru mem­prediksi penjualan mobil hanya tumbuh 5 persen, diban­dingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 1 juta menjadi 1,05 juta unit tahun ini.

Sudirman terlihat pesimistis akan pertumbuhan penjualan mobil ke depan. “Gaikindo ragu dengan pertumbuhan tahun ini. Di tengah ketidakpastian krisis ekonomi global maupun po­ten­sial domestik market yang mem­­pengaruhi pasar mobil na­si­onal,” ujarnya.

Meskipun demikian, Su­dir­man menyatakan, kon­sumen Indone­sia masih potensial, khu­susnya dari go­longan kelas me­nengah yang terus meningkat jum­lah­nya. Segmen konsumen ini, menjadi potensi pasar pem­be­lian mobil baru.

“Ada sekitar 40 juta orang ke­las menengah baru yang ber­po­tensi membeli kendaraan dan mampu mendorong pe­ning­katan industri otomotif na­si­onal,” ucap Sudirman. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA