Waskita Karya Garap Proyek Dua Bandara

Senin, 10 Desember 2012, 08:32 WIB
Waskita Karya Garap Proyek Dua Bandara
PT Waskita Karya
Kecil Besar

rmol news logo PT Waskita Karya menjadi kontraktor pengerjaan dua pro­yek pembangunan bandara bertaraf internasional, yakni Bandara Internasional Ku­ala­namu, Medan, dengan nilai kon­­trak  Rp 394 miliar dan Ban­dara Internasional Juanda, Surabaya Rp 388 miliar.

“Kami yakin proyek pem­bangunan untuk Bandara Kua­la­namu dan Bandara Juanda akan selesai sesuai waktu, bah­kan le­bih cepat dari target yang telah ditentukan sebelumnya agar masyarakat segera me­nikmati manfaatnya,” kata Dirut Waskita Karya M Choliq.

Untuk Bandara Kualanamu yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) II, Choliq optimis akan selesai Desember 2012 sehing­ga dapat dioperasikan tahun de­pan. Sedangkan pembangunan terminal selatan Bandara Juan­da yang dikelola AP I ditar­get­kan selesai November 2013.

“Pembangunan Bandara Ku­a­lanamu telah mencapai 84 per­sen, sedangkan pe­nye­le­sa­ian Bandara Juanda 46 persen,” katanya.

Menurut Choliq, dalam pro­yek Bandara Kualanamu, Was­kita Karya melakukan pe­ker­jaan tanah tahap III, perbaikan tanah dan Aeronautical Pave­ment Runway (Paket-4) sepan­jang 3.750 meter. Sedangkan proyek pembangunan Bandara Juanda, perseroan dipercaya melakukan proyek design and build terminal selatan bandara.

AP II menargetkan Bandara Kualanamu sebagai bandara transit internasional agar dapat memberikan kemudahan ke­pada masyarakat yang ingin mela­kukan penerbangan luar negeri.

Meski mendapat kendala dalam penyelesaian pem­ba­ngunan Bandara Kualanamu, tapi Waskita Karya telah ber­hasil mensosialisakan penga­daan bandara kepada masya­ra­kat lokal dan melibatkannya da­lam upaya perawatan jalan, se­hingga masyarakat dapat di­berdayakan dan terjalin hu­bu­ngan yang kondusif.

Dirut AP I Tommy Soetomo menambahkan, pe­ngem­­bangan Bandara Juanda sebagai solusi terhadap ke­pa­datan di bandara yang sudah me­lebihi kapasitas. Menu­rut­nya, per­tumbuhan pe­num­pang men­ja­di salah factor pemicu kepadatan.

Menurut Tommy, pening­katan arus penumpang menjadi 12 juta tahun ini. Kondisi ini mengakibatkan kapasitas ban­dara yang hanya 6,5 juta per ta­hun tidak mampu menampung arus penumpang. “Kita harap­kan pembangunan ini bisa tepat wak­tu dan tepat budget,” katanya.

Untuk diketahui, selain di­per­cayakan membangun dua bandara internasional tersebut, Waskita Karya juga dipercaya beberapa proyek besar seperti pengerjaan pembangunan tol Nusa Dua, konstruksi Hotel Sahid di Bali dan beberapa konstruksi lainnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA