Pertamina Butuh 25 Ribu Tenaga Ahli Perminyakan

Niat Bangun Tower 100 Lantai

Senin, 10 Desember 2012, 08:00 WIB
Pertamina Butuh 25 Ribu Tenaga Ahli Perminyakan
PT Pertamina (Persero)
Kecil Besar

rmol news logo PT Pertamina (Persero) mem­butuhkan tenaga profesional ahli perminyakan sebanyak 25 ribu orang hingga 2025. Hal itu untuk menopang rencana ki­nerja perseroan sebagai peru­sahaan minyak kelas dunia.

“Kita butuh tenaga kerja sekitar 25 ribu dari yang ada saat ini 14 ribu orang. Itu tidak bisa kita ambil fresh graduate saat proyek sedang jalan,” ujar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.

Terkait kebutuhan sumber daya manusia (SDM) tersebut, Pertamina mengambil dari universitas yang dikelolanya sendiri. Dengan begitu, ketika anak didiknya lulus sudah bisa langsung bekerja.

“Saat ini kita harus investasi dulu, jadi kalau ada proyek besar sudah siap dan sebelum ada proyek kita minta agar mereka magang di tempat part­ner kita yang mempunyai la­pangan atau kilang yang sama,” jelasnya.

Lebih lanjut Karen menga­takan, saat ini universitas yang dikelolanya baru bisa melayani Pertamina. “Saya masih kon­sen untuk keperluan internal dulu. Tapi tidak menutup ke­mung­kinan dibuka untuk umum kalau ini jadi besar,” cetusnya.

Terkait investasi yang diku­curkan untuk membuka uni­versitas tersebut, Karen me­ng­aku tidak terlalu besar karena dari hasil kerja sama dengan beberapa perusahaan lain.

“Bentuknya itu bukan Per­tamina bayar konsultan. Tapi kita kerja sama dalam bentuk EOR (Enhance Oil Recovery) seperti halnya dengan Pe­tro­fex,” kata Karen.

Pertamina meluncurkan Per­tamina Corporate University se­bagai sebuah terobosan baru da­lam pengembangan sumber da­ya manusia (SDM), Jumat (7/12).

 Pembentukan Corporate University ini dilatarbelakangi dengan semakin ketatnya per­saingan di industri minyak dan gas (migas) dan dalam upaya mencapai misinya sebagai perusahaan kelas dunia.

Selain itu, Pertamina berniat membangun Pertamina Tower di kawasan Jakarta, yang di­harap­kan menjadi simbol ke­banggaan perusahaan minyak negara.

Direktur Perencanaan In­vestasi dan Manajeman Resiko Pertamina Afdal Bahaudin mengatakan, tower tersebut rencananya akan dibangun di wilayah Jakarta dengan ke­tinggian 100 lantai lebih. Se­mentara untuk sumber pen­danaan akan diambil dari kas internal dan dana pinjaman.

“Nilai investasinya belum bisa kita perkirakan. Nanti kalau digembor-gemborkan banyak makelar tanah dan ini itu,” ujar Afdal. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA