Kenaikan Elpiji 12 Kg Bebani Pengusaha Kecil

Senin, 10 Desember 2012, 08:23 WIB
Kenaikan Elpiji 12 Kg Bebani Pengusaha Kecil
Elpiji 12 Kg
Kecil Besar

rmol news logo APBN Bisa Bengkak Karena Konsumen Banyak Beralih Ke Tabung Melon

Kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) oleh Pertamina dinilai hanya menambah beban anggaran subsidi elpiji 3 kg. Pasalnya, bakal banyak konsumen yang beralih pakai elpiji subsidi tersebut.    

“Kenaikan elpiji 12 kilogram itu semuanya berada di tangan pe­merintah tanpa perlu izin DPR ka­rena itu barang non subsidi,” kata anggota Komisi VII DPR Is­ma­yatun kepada Rakyat Merdeka.

Tapi, kata dia, pemerintah ha­rus bisa mengatasi efek domino dari kenaikan harga elpiji 12 kg itu. Dampaknya antara lain ber­alihnya konsumen elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg atau tabung melon yang selama ini disub­sidi. Kondi­si ini akan membuat bengkak sub­sidi elpiji 3 kg dalam Ang­garan Pendapat dan Belanja Negara (APBN).

“Kenaikan harga (elpiji 12 kg) memang bisa mengurangi keru­gian Pertamina, tapi subsidi 3 kg jebol karena peningkatan pem­be­lian dari efek kenaikan itu. Ja­ngan sampai seperti BBM,” ujar Ismayatun.

Apalagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum juga memberlakukan pen­jualan elpiji 3 kg dengan sistem tertutup. Padahal, sejak dilun­cur­kan konversi minyak tanah ke gas oleh Wapres Ju­suf Kalla saat itu, distribusi tabung melon  ha­rusnya dilakukan tertutup. Al­hasil, siapapun bisa meng­gu­nakan elpiji subsidi tersebut.

Ismayatun juga tidak heran jika kuota elpiji tahun ini sampai over.  Untuk diketahui, realisasi peng­gunaan elpiji 2012 diperkirakan bakal tembus 3,83 juta metric ton dari kuota yang ditetapkan pe­merintah dalam APBN 3,61 juta metric ton.

“Hasil rapat Panja Konversi Minyak Tanah ke Gas DPR juga sudah meminta pemerintah se­gera melakukan sistem distribusi tertutup untuk mencegah peng­oplosan. Tapi sampai sekarang belum dila­kukan,” tegasnya.

Ketua Umum Komunitas War­teg Kalimatun Sawa Mukroni ber­harap, kenaikan harga elpiji 12 kg yang sedang direncanakan ti­dak dibebankan kepada pengu­saha kecil. Sebab, itu akan ber­dampak pada bisnis mereka.

“Harga elpiji 12 kilogram ka­lau bisa tidak dinaikkan, malah kalau perlu untuk pe­ngusaha ke­cil seperti kami disubsidi,” ka­tanya kepada Rakyat Merdeka.

Menurut dia, biaya untuk mem­beli gas mencapai 20-25 persen dari biaya produksi. Jika harga gasnya dinaikkan, mereka ter­paksa menaikkan harga jual ma­kanannya. Padahal, konsumen mereka adalah masyarakat kecil.

Mukroni mengakui, peng­ha­silan dari usaha warteg bisa men­capai Rp 500 ribu per hari dan untuk usaha warteg yang bagus bisa sepuluh kali lipatnya. “Kalau yang sudah bagus pemasukannya bisa juga mencapai Rp 5 juta,” tutupnya.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya me­nga­takan, pihaknya segera me­ngajukan surat ke­naikan elpiji 12 kg ke pemerintah. Alasannya, Pertamina terus rugi setiap ta­hunnya.

“Tahun ini diprediksi rugi Rp 5 triliun dalam elpiji 12 kg, itu kan besar. Tidak ada alasan 12 kilogram disubsidi lagi oleh Per­tamina,” katanya.

Menurut Hanung, Direksi Per­tamina memiliki tanggung jawab menjalani perusahaan dengan man­dat agar tidak rugi. Kare­na­nya, kenaikan harga elpiji 12 kg salah satu langkah untuk meng­hin­dari kerugian berkelanjutan dari pen­jualan elpiji non subsidi itu.

Hanung merinci, Pertamina mengalami kerugian Rp 4.000- 4.500 per kg untuk elpiji 12 kg. Karena itu, jika kenaikannya ha­nya Rp 4.000 per kg, maka Per­tamina belum mendapat untung.

Menurut dia, pihaknya belum bisa menyebutkan besaran ke­naikan harga elpiji tersebut. Na­mun, dia menekankan jika har­ganya tidak naik, maka Pertamina akan merugi lagi di tahun depan.

“Kerugiannya bisa sama, yaitu Rp 5 triliun tapi bisa lebih besar karena tergantung harga elpiji dunia tahun depan,” katanya.

Sebelumnya, Pertamina me­minta keringanan pada peme­rin­tah untuk menunda pem­ba­ya­ran keuntungan yang didapat ne­gara (dividen). Hal ini karena per­se­roan harus menalangi tam­bahan kuota BBM subsidi. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA