.Kalangan pengusaha di dalam negeri diminta tidak terlena dengan kemenangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di Pilpres 6 November lalu. Apalagi ekonomi di Paman Sam itu masih dibayangi krisis.
Wakil Ketua Kamar Dagang IndoÂÂnesia (Kadin) Bidang KeÂbijaÂkan Moneter, Fiskal, dan PuÂblik Hariadi Sukamdani mengaÂkui, terpilihnya kembali Obama lebih banyak membawa efek poÂsitif diÂbanding sisi negatifnya.
Berdasarkan catatan Kadin seÂlama empat tahun Obama menÂjabat, nilai ekspor IndoneÂsia ke AS selalu tumbuh. HingÂga AgusÂtus tahun ini, volume perÂdaÂgaÂngan Indonesia-AS menÂcapai 17,75 juta dolar AS atau setara Rp 168,6 miliar dengan posisi surÂplus di pihak Indonesia.
“Amerika itu salah satu mitra terbaik kita dalam perÂdagangan. Beberapa komoditas Indonesia seperti tekstil mendapat keriÂngaÂnÂan tarif saat memasuki peÂlabuhÂan-pelaÂbuhan utama di Amerika Serikat,†ujar Hariadi saat dikonÂtak Rakyat Merdeka, kemarin.
Pendapat berbeda dikataÂkan ekonom Econit Hendri SaÂparini. Menurutnya, kesukÂsesan Barack Obama menyingÂkirÂkan penanÂtangnya Mitt RomÂney daÂlam peÂmilu presiden (pilpres), tak akan memberi peÂrubahan signifiÂkan bagi pereÂkoÂnomian InÂdonesia.
Dia menyebut, berdasarkan historis selama empat tahun terÂakhir, yakni sejak Obama meÂmimÂÂpin AS, ekonomi nasional justru stagnan. Penyebabnya, peÂÂmerintahan Obama lebih siÂbuk mengurusi krisis ekonomi di daÂlam negeri. Mulai dari peÂngeloÂlaan pajak hingga pemanÂfaatan anggaran.
Sementara untuk kebiÂjakan luar negeri, lanjutnya, AS tetap melaÂkukan keÂbijaÂkan regional inteÂrest. Negara AdiÂdaya terseÂbut akan konsisten meÂnguasai sumÂber daya alam negara lain dan itu tidak akan berubah.
Kepala Badan Kebijakan FisÂkal (BKF) Kementerian KeÂuaÂngan (Kemenkeu) Bambang PS Brojonegoro mengungkapÂkan, Obama harus fokus dalam pemÂbenahan ekonomi AS.
Karena itu, menurut BamÂbang, berbagai kebijakan yang diterapÂkan anak Menteng itu harus daÂpat menyehatkan ekoÂnomi AS.
“Yang lebih penting itu keseÂhatan dan pemulihan ekoÂnomi AS agar krisis tersebut tidak menjalar ke kawasan lain seperti Asia dan Eropa,†ungkap BamÂbang via SMS, kemarin. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: