Pasca terpilihnya kembali sebagai Direktur Utama Perum Perumnas, Himawan Arief Sugoto menyiapkan dana sebesar Rp 140 miliar untuk penambahan land bank (tanah) di sejumlah daerah.
Lahan tersebut untuk meÂningÂkatkan produksi perusaÂhaan daÂlam mengatasi kekuÂrangan ruÂmah rakyat yang teÂrus meÂnumÂpuk. Stok lahan PeÂrumnas saat ini tinggal 1.900 hektare (ha) yang tersebar di sejumlah daerah.
BUMN perumahan ini mengÂklaim, ada empat lokasi yang suÂdah melakukan tahap pemÂbaÂyaran pembebasan lahan. Tiga di antaranya, Jambi, Manado dan Mojokerto. Sedangkan, Bekasi, Palembang dan Makasar masih dalam penjajakan.
Hal itu diungkapkan HimaÂwan usai acara Rapat KoorÂdiÂnasi NaÂsional (Rakornas) tenÂtang ProgÂram Nasional (ProgÂnas) 2012 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2013 PeÂrumnas di Jakarta, Senin (22/10).
“Untuk Manado, Mojokerto dan Jambi lahannya sudah hamÂpir selesai dan segera digunakan. Sedangkan yang lain, masih penjajakan. Penambahan lahan akan terus dimaksimalkan. SeÂhingÂga produksi rumah di tahun depan akan terus meningkat,†ujar Himawan.
Selain penambahan lahan, PeÂrumnas juga menyiapkan progÂram-program strategis untuk meÂnopang proses transformasi jilid dua di tahun depan, yaitu pereÂmajaan rumah susun (rusun), ruÂmah vertikal, proyek KemaÂyoran tahap dua, membangun rumah suÂsun sederhana milik (rusunaÂmi) dan melakukan siÂnergi deÂngan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Program ini akan kami dorong dalam transformasi tahap dua Perumnas dalam mengatasi keÂkurangan rumah rakyat yang terus menumpuk,†ucapnya.
Himawan menargetkan pendaÂpatan tahun ini sebesar Rp 1,048 trilun. Hingga Oktober, pendaÂpaÂtÂan perusahaan diklaim sudah mencapai Rp 1,1 triliun.
Direktur Pertanahaan PeÂrumÂnas Herry IrwanÂtoÂno meÂnyaÂtaÂkan, meski lahan Perumnas terÂbatas, aset perusahaan mengÂalaÂmi kenaikan sekitar Rp 2,2 triÂliun tahun ini.
“Kami akan memaksimal laÂhan yang ada untuk kebutuhan rumah. Yang pasti, minimnya laÂhan tak mengganggu progres kerja peÂrusahaan,†tegas Herry.
Direktur Pemasaran PerumÂnas Muhammad Nawir meÂnamÂbahÂkan, pihaknya akan menyeÂdiakan lahan untuk pembanguÂnan ruÂmah tipe 21, seiring puÂtusan MahÂÂÂkaÂmah Konstitusi (MK) yang menÂcabut aturan tentang pemÂbatasan tipe rumah di bawah 36.
“Penyediaan rumah tipe 21 ini akan mendorong pasar properti lebih besar lagi. Perumnas akan membantu bangun rumah tipe itu,†kata Nawir.
Pergantian Direksi Tidak Transparan
Sementara suara di Senayan mempertanyakan proses perÂganÂtian Direksi Perumnas yang diÂnilai tidak transparan dan dilaÂkukan secara diam-diam.
Menurut Anggota Komisi VI DPR Sukur Nababan, seharusÂnya pemilihan direksi ditempuh meÂlalui uji kemampuan dan keÂpaÂtutan (fit & proper test) kaÂrena ini menyangkut masaÂlah kinerja.
“Basis kinerja Perumnas dinilai belum maksimal dalam memÂberikan stimulus penyegaran penyediaan rumah untuk masÂyarakat kecil,†kata Sukur.
Politisi PDIP ini berharap, diÂreksi baru Perumnas bisa meÂmeÂnuhi kebutuhan rumah bagi rakyat kecil serta menekan angÂka backÂlog rumah dengan meÂmakÂsiÂmalÂkan land bank. Sebab, baÂnyak program Perumnas yang jalan di tempat akibat minimÂnya lahan.
“Perumnas jangan-jangan haÂnya membangun rumah koÂmerÂsial. Rumah untuk rakyat keÂcil mesti diutamakan,†pinta Sukur.
Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin MohamÂmad Said meÂngaÂtakan, miÂnimÂnya keterseÂdiaan lahan masih menÂjadi fakÂtor penghambat utaÂma PerumÂnas. Dia berharap, direksi baru mampu memaksimalkan transÂformasi jilid dua serta meÂnyeÂleÂsaikan masalah-masalah di tuÂbuh Perumnas. Di antÂaÂraÂnya, peÂnyeÂdiaan lahan dan sengÂketa lahan rusun di Kemayoran
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan telah meneÂtapkan Direksi Perum Perumnas perioÂde 2012-2017. Serah terima jaÂbatan dari direksi lama kepada direksi baru dilakukan Senin (15/10) di kantor Perumnas.
Susunan direksi baru, yaitu Dirut Himawan Arief Sugoto, Direktur Produksi M Kamal Kusmantoro, Direktur Keuangan Kakiki Sudrajat, DiÂrektur KorÂporasi dan PertaÂnaÂhan Herry Irwanto dan DirekÂtur Pemasaran Muhammad NaÂwir. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: