Perum Perumnas juga berÂhaÂrap dana Public Service ObliÂgaÂtion (PSO) bisa segera diseÂtujui, supaya program peruÂmahan unÂtuk Masyarakat BerÂpengÂhaÂsilan Rendah (MBR) bisa dipenuhi.
Direktur Utama Perum PÂeÂrumÂnas Himawan Arief Sugoto meÂnyaÂtakan, untuk taÂhap perÂtama proyek rumah akan diÂbaÂngun di sektor 3, sebanyak 500 unit dari total 1.000 unit. SeÂdangkan taÂhap dua, akan dibangun di sektor 4 dan 5.
“PembaÂngunan direnÂcanakan mulai pada 7 NoÂvemÂber untuk tahap pertama di Bumi PerÂmai, Parung Panjang,†kata HimaÂwan saat dikontak Rakyat MerÂdeka di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, rumah murah ini memiliki akses mudah dilalui dan dekat dengan stasiun PaÂrung. “Untuk akses sangat muÂdah karena dekat deÂngan staÂsiun Parung Panjang,†terangnya.
Sedangkan untuk rumah tipe 45 dan 70, kata Himawan, diÂperÂÂkirakan seÂkitar Rp 100 juta per unit. “PeÂrumÂnas akan memÂberiÂkan disÂkon buat wartaÂwan,†ujar HiÂmawan tanpa meÂnyebutkan beÂrapa poÂtongan harÂga yang akan diberikan.
Perumnas berharap, KeÂmenÂterian Perumahan Rakyat (KeÂmenpera) bisa memberikan PSO, supaya harga rumah untuk warÂtawan itu bisa ditekan lebih muÂrah dan terÂjangkau.
“Kami usahakan warÂtawan mendapatkan harga yang terÂbaik. Diharapkan ada kepastian dari pemerintah soÂal dana PSO ini,†harap HiÂmawan.
Selain di PaÂrung Panjang, lanÂjut HiÂmaÂwan, PeÂrumÂÂnas juga telah meÂnyeÂdiakan lahan tamÂbahan untuk rumah wartawan di wilayah Bekasi. Lahan itu milik peruÂsahaan swasta yang meÂrupakan mitra usaha Perumnas.
“Lahan di Bekasi ini sedang dalam peninjauan untuk peÂmeÂnuhan rumah bagi wartawan ke depan,†ungkapnya.
Himawan juga mengaku siap untuk membangun rumah di bawah tipe 36. Namun, ia beÂÂlum memastikan kapan hal itu bisa direalisasikan.
“Kami siap bangun mengingat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sudah membolehkan lagi pembangunan rumah di bawah tipe 36,†terangnya.
Deputi Bidang Perumahan ForÂmal Kemenpera Paul MarÂpaung memastikan, rumah muÂrah buat wartawan akan direaÂlisasikan tahun ini.
“Rencananya awal NovemÂber akan dimulai dibangun seÂbaÂnyak 525 unit pada sektor 3 di Parung Panjang,†kata Paul.
Sampai saat ini, tercatat seÂbaÂnyak 2.500 peminat yang sudah menyatakan untuk membeli, dan sebagian besar sudah meÂnyeÂrahÂkan salinan Kartu TanÂda PenÂduduk (KTP).
Terkait PSO di proyek rumah wartawan ini, Paul mengaÂtakan, permohohonan subsidi itu beÂlum disetujui DPR, Badan PeÂrenÂcaÂnaan Pembangunan NaÂsioÂÂnal (BaÂppenas) maupun KeÂmenÂÂteÂrian Keuangan. NaÂmun, keÂmenÂÂÂterianÂnya akan terus memÂÂperÂjuangkan PSO itu supaÂya bisa disetujui untuk mengÂgenjot progÂÂÂram peÂrumahan.
Anggota Komisi V DPR biÂdang Perumahan Marwan Jafar berharap, pembangunan rumah wartawan bukan lagi sekadar janji. Tapi bagaimana rumah itu bisa segera direalisasikan.
“Kita akan terus mendorong Perumnas tidak hanya memÂbantu penyediaan rumah buat wartaÂwan saja, tetapi juga kaÂlangan lain harus disediakan,†ujarnya.
Wakil Ketua Komisi V DPR MuÂhidin Mohammad Said meÂngÂingatkan Kemenpera, agar progÂram ini bukan lagi sekadar renÂcana dan berharap benar-benar bisa dibangun.
“Perumnas sebagai pengemÂbang telah memastikan pemÂbaÂngunannya kapan. Ke depan tiÂdak ada alasan lagi untuk meÂnunda bahkan dihentikan. KeÂmenpera diminta untuk serius menggarap program tersebut, mengingat seÂlama ini keÂbaÂnyaÂkan program Kemenpera haÂnya sebagai penÂcitraan,†kata Said.
Sebelumnya, program rumah murah di Citayam, Depok, Jawa Barat, batal dibangun. Pasalnya, Kemenpera tidak mampu memÂbeli lahan di daerah tersebut. SeÂlain legalitas lahan tidak jelÂas, harga tanah dengan nilai jual obÂjek pajak (NJOP) dinilai terÂlalu mahal. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: