VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan, kebutuhan BBM di Medan meningkat sekitar 5-10 persen dibandingkan rata-rata harian seiring kembali berlangsungnya aktivitas sekolah dan perkantoran.
"Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5-10 persen dibandingkan rata-rata harian. Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," ujar Kitty dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Untuk mempercepat distribusi, Pertamina Patra Niaga menambah 10 unit mobil tangki operasional dan 30 unit mobil tangki
spot charter. Perusahaan juga menambah 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dari fuel terminal terdekat serta mendapat dukungan 16 personel Bekangdam.
Selain itu, operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU dioptimalkan selama 24 jam guna mempercepat penyaluran BBM kepada masyarakat.
Menurut Kitty, langkah tersebut berdampak pada peningkatan realisasi distribusi. Pada 14 Juli 2026, penyaluran BBM mencapai 104 persen dari target harian dengan mengoperasikan 149 unit mobil tangki atau 115 persen dari jumlah normal.
Ia memastikan operasional Fuel Terminal Medan kini telah kembali berjalan normal dan distribusi BBM ke seluruh SPBU berlangsung lancar. Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para pemangku kepentingan untuk menjaga keandalan pasokan energi.
"Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah membantu percepatan distribusi. Saat ini layanan SPBU di Medan telah beroperasi normal dengan stok BBM dalam kondisi aman. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan optimal," tutup Kitty.
BERITA TERKAIT: