.Carut marutnya persoalan pupuk di Kementerian Pertanian (Kementan) yang kerap menjadi faktor utama langkanya pupuk subsidi di lapangan, membuat geram Ketua Presidium PersaÂtuan Perangkat Desa (Parade) NuÂsantara Sudir Santoso. Dia meÂngancam menggelar aksi besar-besaran di depan Kantor Kementan jika persoalan ini masih terus terjadi.
“Masalah pupuk ini sebetulnya masalah klasik. Hampir tiap taÂhun ada saja kelangkaan. Ini tidak bisa dibiarkan dan kaÂmi sudah geram dengan perÂsoaÂlan yang kerap membuat panen kami jadi gagal. Presiden harus turun taÂngan. Jika tidak, kami yang akan turun ke Kementan,†tegasnya.
Menurut Sudir, persoalan puÂpuk di tingkat pusat yang akhirÂnya berimbas besar pada petani di daerah dan desa-desa, bukti Ketidakmampuan KemenÂtan mengatur pengadaan hingga pendistribusian pupuk subsidi.
“Kalaupun menterinya sudah bekerja dengan benar, pasti di tingkat bawah yang diduga kuat memainkan pupuk ini. Jelas ini harus ditindak tidak bisa terus dibiarkan, “ ujarnya.
Seharusnya, lanjut Sudir, peÂmerintah bisa menyelesaikan perÂsoalan ini dengan cepat. SeÂbab, pemerintah pusat bisa mengÂguÂnakan tiga kuasanya, yakni reÂgulasi, intervensi dan subsidi. Jika tiga hal itu ternyata belum bisa memberikan kejelaÂsan soal pupuk dan persolan masih saja terus terjadi, patut diduga pasti ada mafia pupuk di dalamnya.
“Mafia pupuk ini lebih jahat dari terorisme. Akibat ulah meÂreÂka, persoalan pangan jutaan rakyat Indonesia bisa tergangÂgu. Jika peÂmerintah belum bisa meÂnangani persoalan ini, kita akan gelar aksi besar-besaran,†tandas Sudir.
Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Suprapti mengaku beÂlum mengetahui perihal ancaÂman Parade Nusantara menÂdemo kanÂtornya (Kementan).
“Misalkan aksi unjuk rasa itu ada, saya ingin tanya ke mereka di mana lokasi yang mengalami kelangkaan pupuk. Di mana perÂsisnya dan akan kami cek dulu dengan Dinas Pertanian setemÂpat,†kata Suprapti kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
BERITA TERKAIT: