Berdasarkan peringatan yang diterbitkan BMKG, potensi rob dipicu oleh aktivitas pasang air laut yang dapat memengaruhi dinamika pesisir di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah.
Masyarakat yang berada di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pasang air laut maksimum yang berpotensi menyebabkan banjir rob.
Dikutip dari
RMOLJateng, BMKG memperkirakan potensi banjir pesisir tersebut terjadi pada 17 Juli 2026 pukul 08.00 hingga 13.00 WIB di wilayah pesisir utara Jawa Tengah.
Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan banjir rob berpotensi mengganggu sejumlah aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.
Dampaknya antara lain dapat menghambat transportasi di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, mengganggu aktivitas petani garam, perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
Sehubungan dengan potensi tersebut, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak banjir rob.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar terus memperbarui informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG sebagai acuan sebelum melakukan aktivitas di kawasan pesisir.
Informasi pasang surut yang menjadi dasar peringatan dini ini bersumber dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).
BERITA TERKAIT: