Perkeretaapian Butuh 500 SDM Tiap Tahun

Alokasikan Rp 300 Miliar

Kamis, 27 September 2012, 08:00 WIB
Perkeretaapian Butuh 500 SDM Tiap Tahun
ilustrasi, kereta api
Kecil Besar
rmol news logo .Akademi Perkeretaapian di Madiun, Jawa Timur, renca­na­­nya akan mulai menerima pen­daftaran siswa tahun de­pan un­tuk kelas teknis guna meng­antisipasi tingginya per­min­taan sumber daya manu­sia (SDM) di bidang perke­retaapian.

“Kami membutuhkan seki­tar 500 orang setiap tahunnya dalam rangka memenuhi ke­butuhan SDM di bidang per­keretaapian,” kata Menteri Per­hubungan (Menhub) EE Mangindaan, kemarin.

Menurut dia, dengan pra­sa­rana dan sarana yang ma­sih belum memadai se­perti kon­disi gedung yang masih baru dan belum dilengkapi de­ngan fasilitas yang leng­kap, maka para pengelola di­­ha­rapkan dapat meng­an­tisipasi itu su­paya tetap men­jalankan ke­giatan pen­di­dikan dengan baik.

Berdasarkan Rencana In­duk Perkeretaapian Nasional, ke­butuhan SDM bidang per­ke­­retaapian hingga tahun 2030 diperkirakan membu­tuh­kan sekitar 1.720 orang di perkere­taapian bidang regulator se­perti pada posisi perencana administrasi, penguji sarana, penguji prasarana dan in­spek­tur atau auditor.

Sedangkan untuk SDM operator dibutuhkan sekitar 78.740 orang antara lain un­tuk mengisi posisi manajerial, operator sarana dan operator prasarana.

“Dengan kebutuhan yang tinggi, akademi perke­reta­api­an mutlak dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan SDM per­keretaapian yang sa­ngat tinggi,” jelas Mang­indaan.

Akademi Perkeretaapian di­bangun di tanah seluas 18,13 hektar yang dihibahkan Peme­rintah Kota (Pemkot) Ma­diun kepada Badan Pe­ngem­bangan Sumber Daya Manusia Perhu­bungan (BPSDM) Ke­men­terian Perhubungan (Kemen­hub) pada 2010.

Kepal­a Badan Pengem­ba­ngan SDM Kemenhub Bob­by R Mamahit menga­takan, aka­demi perkeretaapian Madiun akan dibangun da­lam enam tahap.

Menurutnya, tahap pertama pada 2011 telah dilakukan pe­kerjaan pematangan lahan, pembuatan pagar keliling dan pembangunan gedung rekto­rat setinggi tiga lantai.

Sedangkan tahap kedua pada 2012 sedang berlang­sung pembangunan gedung kelas, asrama, poliklinik, ruang makan dan laundry serta infrastruktur jalan (jalan par­kir, listrik dan drainase).

Kemudian untuk tahap ketiga pada 2013 akan diba­ngun stasiun simulasi, audito­rium, sport center dan jalur kere­ta api simulator yang me­ngelilingi kompleks akademi yang digunakan sebagai lati­han bagi para taruna.

Untuk berbagai tahapan selanjutnya yaitu tahap empat (2014) dan tahap lima (2015) serta tahap enam (2016) hanya tinggal melengkapi sejumlah fasilitas tambahan.

“Anggaran APBN senilai Rp 300 miliar telah dialoka­sikan secara bertahap untuk masa empat tahun kerja di ta­hap pertama pembangunan,” jelas Bobby.  [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA