APK Perguruan Tinggi Masih Rendah

PTN Diminta Tancap Gas

Selasa, 20 Maret 2012, 08:05 WIB
APK Perguruan Tinggi Masih Rendah
ilustrasi/ist
RMOL.Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi saat ini masih rendah. Pasalnya, hanya sekitar 2 persen penduduk Indo­nesia yang berstatus mahasiswa. Tak bisa dipungkiri, keterba­tasan ekonomi masih menjadi faktor utamanya.

Kendala lainnya, sebagian be­sar lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun kejuruan memilih langsung bekerja di­banding mengeyam bangku per­guruan tinggi. Mulai dari akses informasi, finansial, intelektual hingga mental, turut mem­pe­ngaruhi APK.

Ada beberapa program yang perlu dilakukan untuk menjawab keterbatasan ini, mulai dari prog­­ram beasiswa, orangtua asuh, bimbingan belajar, try out hing­ga konsultasi/konseling.

Sementara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menjadi satu-satunya alternatif bagi calon ma­hasiswa menempuh pen­di­dikan tinggi yang berkualitas dengan harga terjangkau masih menga­la­­mi kendala. Kuota yang diberikan PTN belum memenuhi.

Rektor Universitas Islam Ne­geri (UIN) Jakarta Komarudin Hida­yat mengatakan, faktor yang se­ha­rusnya menjadi per­hatian PTN selama ini adalah ketika lu­lusan sarjana terjun di dunia ker­ja, tak mudah untuk beradaptasi.

“Daya saing lu­lusan sarjana di dunia kerja masih kurang. Setiap sarjana yang lulus se­lama ini tidak dididik sebagai pribadi yang siap memiliki daya serap di la­pangan, tetapi lebih kepada se­orang pemikir,” kritik Komarudin.

Menurut dia, kondisi tersebut diperparah lagi sumber daya ma­nusia PTN dari segi tenaga pe­ngajar maupun dosen. Menurut dia, jumlah dosen yang benar-be­nar berkompeten masih kurang.

Untuk itu, Komarudin ber­ha­rap, setiap PTN perlu menjalin kerja sama dengan berbagai pe­rusahaan. Tak hanya itu, menurut dia, usaha peningkatan APK ini juga diharapkan akan sesuai de­ngan ja­minan mutu dari sebuah per­gu­ruan tinggi dan keaktifan dari se­luruh perguruan tinggi di Indonesia. “Sebaiknya yang ha­rus didorong jangan hanya PTN saja, tetapi PTS juga punya an­dil,” saran Komarudin. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA