Menpera Bangun 24 Kota Baru

Geber Rusunawa di Bantaran Kali Ciliwung

Kamis, 08 Desember 2011, 08:22 WIB
Menpera Bangun 24 Kota Baru
ilustrasi/ist
RMOL.Selain menggeber pembangunan rumah susun sederhana (rusunawa) di bantaran Kali Ciliwung pada awal 2012, Menpera Djan Faridz juga akan mendorong pembangunan kota baru di 24 lokasi di Indonesia.

Pembangunan kota baru ini butuh nilai investasi yang besar dan infrastruktur yang kuat. Bekas anggota Dewan Perwakilan Da­erah (DPD) asal DKI Jakarta ini mengemukakan, pembangunan kota baru tersebut mengacu pada rencana pengembangan enam ko­ridor ekonomi Master Plan Pe­r­cepatan dan Perluasan Pengem­ba­ngan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

“Kami turut mendorong pem­ba­ngunan kota-kota baru di 24 lokasi yang mengacu pada ren­cana pengembangan enam kori­dor ekonomi MP3EI yang telah dicanangkan pemerintah bebe­rapa waktu lalu,” ujar Djan saat membuka Rapat Koordinasi Pe­ngembangan Kota Baru Dalam Mendukung Pengembangan Pe­ru­mahan dan Kawasan Permu­kiman di Jakarta, Selasa (6/12).

Djan menjelaskan, kota met­ropolitan dan kota besar di In­do­nesia umumnya berkembang sa­ngat cepat. Perkembangan kota yang cepat bisa berdampak pada penurunan kapasitas daya du­kung kota, seperti permukiman ku­muh semakin luas, kualitas ling­kungan menurun, berpotensi banjir dan kemacetan lalulintas.

Menurut dia, perkembangan kota yang pesat juga membuat lahan untuk perumahan semakin langka dan harga lahan yang se­makin mahal. Kondisi seperti itu bisa mempersulit masyarakat ber­penghasilan rendah (MBR) untuk memperoleh dan menem­pati ru­mah yang layak huni.

Karena itu, lanjutnya, dipe­r­lu­kan upaya untuk mengurangi te­kanan perkembangan ke kota-kota yang telah padat guna me­ngem­bangkan pusat-pusat permukiman baru di daerah pinggiran kota.

“Pengembangan kota-kota baru dalam mendukung MP3EI seharusnya direncanakan dalam bentuk kota mandiri. Yaitu kota yang dilengkapi tempat untuk bekerja agar jumlah komuter da­pat dikurangi. Tekanan per­kem­bangan ke kota-kota utama juga berkurang,” imbuhnya.

Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Kemenpera Hazaddin Tende Sitepu menyatakan, pi­haknya telah menjalin kerja sa­ma dengan para pengembang yang tergabung dalam Real Estate In­donesia (REI) untuk mengem­bangkan kota-kota baru.

Penandatanganan perjanjian kerja sama pada tanggal 17 Juni 2011 disepakati bahwa pe­me­rintah dan DPP REI akan me­ngem­bangkan sekitar 10 kota baru dan menyusul 14 kota baru lainnya.

“Kerja sama ini akan diwu­judkan pertama kali lewat pem­ba­ngunan kota baru Maja yang berada di wilayah barat Jabo­de­tabek dan terletak di antara Pro­vinsi Banten dan Jawa Barat,” terangnya.

Untuk mempercepat pem­ba­ngunan kota-kota baru ter­sebut, pemerintah melalui Kemenpera, Bap­penas, Kemdagri dan Ke­men­terian PU akan memberikan du­ku­ngan antara lain penyusunan re­gu­lasi dan program pengem­bangan kota baru, pembangunan in­fra­struktur publik, fasilitasi bantuan studi pengembangan dan bantuan teknis penyusunan master plan.

Pemerintah akan mengucurkan subsidi pembiayaan perumahan lewat fasilitas likuiditas pem­bia­yaan perumahan (FLPP), keri­nga­nan PPn dan PPh untuk pem­ba­ngunan rumah sederhana. Selain itu, Kemenpera akan melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, peme­rintah provinsi dan Kabupaten/kota untuk kemudahan perizinan dan bantuan program.

“Kami berharap Pemda dan pa­ra pengembang di daerah dapat segera melakukan koordinasi di wilayahnya masing-masing un­tuk menyusun konsep awal pe­ngem­bangan kota baru. Setelah konsep dasar rampung, Pemda harus segera meng­ko­or­di­na­si­kan­nya ke Ke­menpera untuk da­pat se­ge­ra difa­silitasi,” kata Tende. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA