Sebab, angka tersebut secara umum berada di bawah angka rata-rata dalam sepuluh tahun terakhir.
Demikian dikatakan Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Selasa petang (21/9) di gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
“Angka asumsi inflasi 5,3 persen belum memperhitungkan kemungkinan rencana pemerintah menyesuaikan sejumlah administered prices yang bersifat strategis seperti tarif Dasar Listrik (TDL), harga LPG, dan pengurangan subsidi BBM,” tambah mantan Direktur Jendral Pajak itu.
Selain itu, masih menurutnya, angka tersebut juga belum memperhitungkan risiko kenaikan harga komoditas bahan pangan di pasar internasional dan gangguan produksi di dalam negeri akibat anomali cuaca. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: