Kenaikan ini terutama dipicu oleh membaiknya sentimen global. Kesepakatan gencatan senjata bersyarat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membantu meredakan ketegangan geopolitik, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto. Kondisi ini mendorong terjadinya reli pemulihan di pasar.
Selain faktor geopolitik, penguatan Bitcoin juga didukung oleh faktor teknikal dan aliran dana. Minat terbuka (open interest) di pasar berjangka meningkat, menandakan bertambahnya partisipasi trader.
Di sisi lain, aliran dana ke ETF kripto juga menunjukkan tren positif. Tak hanya itu, likuidasi posisi short yang mencapai sekitar $139 juta ikut mempercepat kenaikan harga karena memaksa trader yang bertaruh turun untuk menutup posisi mereka.
Untuk prospek jangka pendek, pergerakan Bitcoin masih cukup menarik untuk diperhatikan. Jika harga mampu bertahan di atas level 71.780 Dolar AS, yang merupakan area penting berdasarkan analisis Fibonacci (38,2 persen), maka ada peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju 73.388 Dolar AS.
Namun, jika harga turun dan menembus di bawah 70.480 Dolar AS, maka risiko koreksi akan meningkat dengan potensi penurunan ke sekitar 69.180 Dolar AS.
BERITA TERKAIT: