Berita

Menko PMK Muhadjir Effendy mewakili Jokowi antar langsung bantuan kemanusiaan ke Pakistan, Selasa (27/9)/Ist

Politik

Diantar Langsung Menko Muhadjir, Bantuan Kemanusiaan Indonesia Tiba di Pakistan

SELASA, 27 SEPTEMBER 2022 | 20:13 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Diantarkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan (Menko PMK) Prof. Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto, bantuan kemanusiaan Pemerintah Indonesia tiba di Karachi, Pakistan, pada Selasa pagi (27/9).

Setibanya di Bandar Udara Jinnah, bantuan logistik yang juga diantar oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi segera diturunkan dan dilakukan serah terima secara simbolis kepada Pemerintah Pakistan.

Bantuan itu nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sindh yang wilayahnya terdampak banjir besar sejak pertengahan Juni lalu.


Saat menyerahkan secara simbolis, Menko PMK menyampaikan ucapan belasungkawa dan simpati dari Presiden RI, Joko Widodo kepada rakyat dan Pemerintah Pakistan.

“Presiden Joko Widodo juga menyampaikan perhatian yang besar terhadap bencana yang menimpa masyarakat Paksitan. Bencana ini disebabkan oleh hujan lebat yang berdampak banjir besar dan tanah longsor,” ujar Muhadjir.

Menko PMK juga mengatakan, ia berharap bantuan dari Pemerintah dan masyarakat Indonesia dapat membantu meringankan beban penderitaan para korban bencana banjir.
 
Melalui semangant solidaritas, kemanusiaan dan kerja sama dua belah pihak, Pemerintah Indonesia membantu dan bantuan logistik untuk mendukung Pakistan dalam situasi sulit ini.

Penyerahan secara simbolis dihadiri otoritas Pakistan, yaitu Menteri Provinsi Sindh di Bidang Tenaga Kerja Saeed Ghani dan Kesejahteraan Sosial Sajid Jokhio.
 
Selanjutnya, rombongan delegasi Indonesia menuju shelter tempat para korban banjir tinggal sementara yang berlokasi di Government Boy School Madu Goth, Ghulsan-e-Iqbal.

Saat berada di shelter tersebut, Menko PMK dan Kepala BNPB menyerahkan bantuan paket keluarga kepada 75 KK atau 225 penyintas yang berasal dari Distrik Dadu, Sindh.

Bantuan paket keluarga tersebut terdiri atas water cooler, kelambu, susu kemasan, beras, minyak goreng, gula, the dan biskuit. Bantuan ini disampaikan para warga ketika tim Advanced BNPB meninjau shelter ini dua hari sebelumnya, Minggu (25/9).

Pada kunjungan singkat ke Karachi, turut hadir bersama Menko PMK antara lain Duta Besar Indonesia untuk Pakistan Adam Mulawarman Tugio, Konsul Jenderal RI di Karachi June Kuncoro Hadiningrat, Sesmenko PMK, Deputi 2 Kemenko PMK, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Direktur Aselteng Kemenlu, dan Widyaiswara Ahli Utama BNPB.

Menko PMK dalam keterangan pers setelah kunjungan menyampaikan pihaknya akan melaporkan situasi lapangan kepada Presiden Jokowi untuk mendukung rencana bantuan lanjutan. Pemerintah Indonesia akan menggandeng berbagai pihak untuk membantu pada tahap pemulihan.

Awal Oktober ini, Pemerintah Indonesia akan mengirimkan tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Rencana ini masih akan didiskusikan dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Pakistan.

Dua pesawat jenis Airbus (A)-330 yang dioperasikan Garuda Indonesia tiba di Bandara Jinnah dan langsung dilakukan bongkar muat menuju gudang yang telah disiapkan otoritas Pakistan.

Pesawat pertama tiba pukul 09.00 waktu setempat, dan berselang satu jam kemudian pesawat lainnya tiba.

Bantuan Pemerintah Indonesia terdiri dari tenda keluarga 50 unit, matras 10.000 lembar, selimut 10.000 lembar, baju anak 10.000 potong, baju dewasa 10.000 potong, kantung tidur 10.000 buah, kelambu 5000 buah, alat tes antigen 2000 paket, peralatan kebersihan 5000 paket dan genset 2 kilo volt ampere 200 unit.

Sedangkan terkait dengan sektor kesehatan, pemerintah juga mengirimkan paket obat-obatan sebanyak 87 kotak, paket logistik kedaruratan kesehatan lingkungan 250 paket dan polybag dengan jumlah 1000 lembar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya