Berita

Tangkapan layar kendaraan militer China yang dikirim ke Rusia/Net

Dunia

China Kedapatan Kirim Pasokan Kendaraan Militer ke Rusia Pakai Kereta Api

SENIN, 08 AGUSTUS 2022 | 15:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meski berulang kali membantah telah mendukung Rusia secara militer atas invasinya ke Ukraina, China nyatanya menggelontorkan bantuan berupa peralatan logistik untuk Moskow.

Sebuah video menunjukkan peralatan logistik buatan China berada di stasiun kereta api di Rostov.

Beberapa peralatan tersebut termasuk kendaraan serba guna 4x4 NJ2040, yang merupakan Iveco VM 90 berlisensi yang diproduksi di China oleh konsorsium NAVECO. Itu adalah usaha patungan antara Perusahaan Grup Motor Nanjing China dan Fiat Italia dengan Iveco.


Kendaraan ini dipakai oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China sejak 1999, dan banyak digunakan dalam banyak versi, baik untuk transportasi infanteri hingga amunisi.

Selain itu juga terlihat dua truk Shacman Shaanxi SX2300 8×8. Ini adalah truk dengan berat 13 ribu kg dan muatan 17 ribu kg. Sebagai perbandingan, KamAZ-63501 yang populer memiliki kapasitas muat 15 ribu kg.

Di akhir video juga tampak dua tanker, sebuah truk dengan badan servis, dan truk lainnya dalam berbagai konfigurasi, termasuk 6×6 Shaanxi SX2190.

"China diam-diam mendukung Rusia, meskipun tidak dengan senjata mematikan, tetapi dengan peralatan yang sama-sama diperlukan untuk memastikan fungsi tentara," tulis bulgarianmilitary.com.

Sejak meluncurkan invasi ke Ukraina pada Februari lalu, Rusia mengalami kerugian besar sehingga membutuhkan kendaraan tambahan untuk memastikan kelancaran pasokan amunisi.

Munculnya peralatan logistik China di Rostov menunjukkan mereka kemungkinan besar dikirim menggunakan kereta api.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya