Berita

Asap mengepul setelah serangan Rusia ke ibukota Ukraina, Kyiv pada 5 Juni 2022/Net

Dunia

Rusia Serang Kyiv Lagi, Targetkan Pasokan Militer dari Barat

SENIN, 06 JUNI 2022 | 12:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia kembali menyerang ibukota Kyiv untuk pertama kalinya pada Minggu (5/6) dalam lebih dari sebulan terakhir.

Pihak Ukraina menyebut serangan tersebut menghantam pekerjaan perbaikan kereta api. Sedangkan Rusia mengklaim telah menghancurkan tank-tank yang dikirim oleh negara-negara Eropa Timur ke Ukraina.

Kepala kereta api Ukraina, Oleksandr Kamyshin mengonfirmasi bahwa empat rudal telah menghantam fasilitas perbaikan kereta api Darnytsia di Kyiv bagian timur. Namun ia membantah adanya alusista militer di lokasi.


Serangan tiba-tiba itu muncul ketika penduduk Kyiv tengah berusaha menjalani kehidupan normal sejak pasukan Rusia menarik diri dari sekitar ibukota pada Maret lalu.

"Serangan rudal di Kyiv hanya memiliki satu tujuan, membunuh sebanyak mungkin," kata penasihat presiden, Mykhailo Podolyak, seperti dikutip Reuters.

Ukraina mengatakan Rusia telah melakukan serangan Kyiv menggunakan rudal jarak jauh yang diluncurkan dari udara yang ditembakkan dari pembom berat sejauh Laut Kaspia.

Satu orang dirawat di rumah sakit akibat serangan. Sedangkan asap gelap terlihat dari beberapa mil jauhnya setelah serangan.

Sementara itu, ketika serangan terjadi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sendiri tengah melakukan perjalanan ke Lysychansk, Sievierodonetsk, dan Soledar.

"Apa yang Anda semua pantas dapatkan adalah kemenangan, itu adalah hal yang paling penting. Tetapi tidak dengan biaya berapa pun," kata Zelensky.

Saat ini, Sievierodonetsk menjadi medan perang utama di mana Rusia memusatkan pasukannya. Tetapi para pejabat Ukraina mengatakan telah mengirim serangan balik dan merebut kembali separuh kota.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya