Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin: Jika Barat Kirim Rudal Jarak Jauh ke Ukraina, Rusia Akan Menyerang Target Baru

MINGGU, 05 JUNI 2022 | 15:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan peringatan atas rencana Barat untuk memasok Ukraina dengan rudal jarak jauh.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi pemerintah, Rossiya-1 pada Minggu (5/6), Putin mengatakan Rusia akan menyerang target baru jika hal itu terjadi.

"Jika rudal semacam itu dipasok, kami akan menyerang target yang belum pernah kami pukul," ujarnya, tanpa menyebutkan negara atau apa yang menjadi target yang dimaksud.


Lebih lanjut, Putin menegaskan, pengerahan sistem roket HIMARS oleh Amerika Serikat (AS) baru-baru ini ke Ukraina juga tidak akan membawa perubahan mendasar di medan perang.

"Kami memahami bahwa pasokan (sistem roket canggih) dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain dimaksudkan untuk menebus kerugian peralatan militer (Ukraina)," ucap Putin.

"Ini bukan hal baru. Tidak mengubah apapun pada dasarnya," imbuh dia.

Ukraina telah meminta AS dan sekutu-sekutunya untuk mengirimkan Multiple Rocket Launch Systems (MLRS) seperti M270 dan M142 HIMARS yang dapat menyerang pasukan dan persediaan senjata di belakang pasukan Rusia.

Pekan ini, Presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana untuk memberikan sistem roket HIMARS presisi ke Ukraina setelah menerima jaminan dari Kyiv bahwa mereka tidak akan menggunakannya untuk mencapai target di dalam Rusia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya