Berita

Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov/Net

Dunia

Setelah Ukraina, Ramzan Kadyrov Siap Serang Polandia Jika Diperintah

KAMIS, 26 MEI 2022 | 12:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Memasuki bulan keempat invasi Rusia ke Ukraina, pemimpin Chechnya sekaligus sekutu Vladimir Putin, Ramzan Kadyrov mengancam akan menyerang Polandia dan Eropa.

Sebuah video yang beredar di Twitter pada Rabu (25/5) menujukkan Kadyrov mengatakan siap untuk menyerang Polandia, sehingga Eropa lebih baik mengambil kembali senjata mereka.

Video tersebut telah ditonton hampir 25 ribu orang hingga Rabu malam.


"Setelah Ukraina, jika kami diberi perintah, dalam enam detik kami akan menunjukkan kepada Anda apa yang kami mampu," kata Kadyrov, seperti dikutip News Week.

Dalam pernyataannya, Kadyrov juga tampaknya menyoroti insiden ketika Duta Besar Rusia untuk Polandia, Sergey Andreev dilempari cat merah selama perayaan Hari Kemenangan pada awal bulan ini.

"Kami tidak akan mengabaikannya begitu saja. Ingat itu," imbaunya.

Polandia adalah salah satu negara yang telah memasok Ukraina dengan senjata untuk membantu mempertahankan diri dari invasi Rusia yang telah berlangsung sejak 24 Februari.

Pernyataan Kadyrov menyoroti kekhawatiran yang diungkapkan oleh beberapa pemimpin Polandia bahwa Rusia berpotensi melancarkan serangan ke Polandia di masa depan.

Sementara itu, Presiden Vladimir Putin belum memberikan indikasi pasti apakah Rusia akan melanjutkan serangannya ke Polandia.

"Pada saat yang sama, kami juga cukup yakin bahwa (Putin) tidak akan melakukannya sekarang karena dia terlalu sibuk dengan apa yang terjadi di Ukraina," kata Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Pawel Jablonski.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya