Berita

Kawasan Industri Kaesong di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara/Net

Dunia

Korsel Deteksi Pergerakan Sepihak Korut di Kawasan Industri Kaesong

SENIN, 09 MEI 2022 | 12:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Selatan mulai merasakan kecurigaan dengan gerak-gerik Korea Utara di Kawasan Industri Kaesong, yang ditutup sejak 2016 ketika hubungan dua Korea memanas lantaran uji coba nuklir.

Kecurigaan bermula ketika sebuah surat kabar lokal melaporkan Korea Utara secara sepihak telah melanjutkan operasi di beberapa fasilitas di kota perbatasan Kaesong.

Pergerakan tersebut juga sempat memicu kebakaran di kawasan tersebut pada 21 April lalu.


Menanggapi hal itu, pada Senin (9/5), Kementerian Unifikasi Korea Selatan telah memita Korea Utara untuk memberikan klarifikasi. Tetapi sejauh ini belum mendapatkan balasan.  

"Kami baru-baru ini mendeteksi tanda-tanda pergerakan kendaraan tak dikenal di dalam Kawasan Industri Kaesong," kata jurubicara Kementerian Unifikasi, Cha Deok-cheol, seperti dikutip Yonhap.

Cha menekankan, semua masalah yang berkaitan dengan kawasan Kaesong harus diselesaikan dalam konsensus dengan Korea Selatan, dan tidak boleh sepihak.

Kawasan Industri Kaesong merupakan simbol kerjasama lintas perbatasan dua Korea yang dibuka pada tahun 2004. Ada sekitar 124 perusahaan Korea Selatan yang awalnya beroperasi di Kaesong.

Perusahaan-perusahaanitu mempekerjakan lebih dari 53 ribu pekerja Korea Utara.

Tetapi kawasan itu ditutup pada tahun 2016, sebagai tanggapan atas uji coba nuklir dan peluncuran roket yang dilakukan oleh Korea Utara.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya