Berita

Ilustrasi Pemilu Singaoura/Disway

Dahlan Iskan

Adik Bungsu

KAMIS, 25 JUNI 2020 | 04:14 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

ADIK bungsu Perdana Menteri Singapura resmi masuk partai oposisi. Nama adiknya itu Lee Hsien Yang, 62 tahun.

Partai yang dimasukinya itu baru berdiri setahun lalu: Progress Singapore Party. Pendirinya: dr Tan Cheng Bock, 80 tahun.

Nama dokter itu melejit 2011 lalu. Saat ia nyapres di Pilpres tahun itu. Ia hanya kalah tipis 0,35 persen dari Tony Tan, yang punya jabatan wakil perdana menteri.


Dokter Tan sebenarnya ingin nyapres lagi di Pilpres berikutnya, tiga tahun lalu.

Mendadak syarat-syarat jadi capres diubah. Pemerintah mengusulkan perubahan konstitusi. Muncullah kriteria baru untuk capres: harus suku Melayu.

Dokter Tan sudah berupaya menggugat kriteria baru itu. Kalah. Ia pun gagal nyapres. Di Pilpres itu akhirnya hanya ada calon tunggal. Wanita. Halimah Yacob. Yang menjadi Presiden Singapura sampai sekarang.

Dokter Tan tidak surut berpolitik. Ia memang politikus kawakan. Dulunya ikut partai penguasa: People's Action Party (PAP). Yang selalu menang pemilu. Sejak tahun 1968. Menangnya pun selalu di atas 60 persen.

Di partai penguasa itu dr Tan beberapa kali terpilih sebagai anggota DPR. Setelah Lee Kuan Yew meninggal ia tidak keluar dari PAP.

Tapi tetap berpolitik. Di luar pemerintahan.

Setelah gagal nyapres itu dr Tan mulai berpikir menyatukan semua partai oposisi. Ia kumpulkan pimpinan 7 partai oposisi. Untuk membentuk satu partai koalisi yang kuat.

Gagal.

Maka ia pun mendirikan partai baru tadi. Ia justru menambah jumlah partai. Kini kekuatan di luar PAP terpecah jadi 12 partai.

Semangat bikin partai baru ternyata juga terjadi di Singapura. Khususnya untuk Pemilu tiba-tiba ini: 10 Juli depan.

Popularitas dr Tan menarik hati Lee Hsien Yang. Adik bungsu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Rabu lalu Hsien Yang menemui dr Tan.

Tempat pertemuannya pun dipilih di Pasar Tiong Bahru. Di kawasan Tanjung Pagar tempat bersejarah bagi Lee Kuan Yew, pendiri Singapura yang hebat itu.

Lee Kuan Yew adalah ayah tiga anak yang sukses membawa Singapura dari negara dunia ketiga ke jajaran negara maju.

Lee Kuan Yew hanya punya peninggalan harta satu macam: rumah di Jalan Oxley Nomor 38.

Karena kakak sulung sudah menjadi perdana menteri rumah itu diwariskan ke adik bungsu: Lee Hsien Yang.

Tapi Hsien Yang sendiri sudah punya rumah.

Maka rumah waris itu ditempati kakak wanitanya: Lee Wei Ling. Yang sampai sekarang terus membujang. Yang tetap serumah dengan Lee Kuan Yew sampai ayahnya itu meninggal. Anak perempuan itu jadi pengganti ibu rumah tangga karena istri Lee Kuan Yew meninggal lebih dulu.

Lao Er dan Lao San itu memang selalu rukun. Hsien Yang mengizinkan Wei Ling tinggal di rumah warisan itu sampai meninggal dunia.

Kelak, setelah Wei Ling meninggal, Hsien Yang ingin rumah itu dirobohkan. Agar tidak ada kultus pada Lee Kuan Yew. Bahkan keduanya ingin sekarang saja rumah itu dirobohkan. Lalu dijual.

Tapi Lao Da tidak sependapat. Anak sulung itu menginginkan rumah warisan tersebut jadi museum. Untuk mengenang kebesaran ayah mereka.

Rumah itu harus diserahkan ke negara.

Itulah keputusan saudara sulung. Yang juga keputusan perdana menteri. Berarti begitulah keputusan Pemerintah Singapura.

Anak-anak Lee Kuan Yew itu pun bertengkar hebat. Dua lawan satu.

Pertengkaran berkembang: Hsien Yang dituduh merekayasa surat waris. Yang didalangi istrinya yang ahli hukum.

Perang keluarga itu meluas juga di medsos. Sampai minggu lalu si anak perempuan masih posting di Facebook: dia tidak percaya lagi Lee Hsien Loong. Baik sebagai saudara sulung maupun sebagai pemimpin.

Kini pertengkaran itu naik kelas lagi: ke politik.

Momentumnya memang ada: Lee Hsien Loong mengundurkan diri sebagai perdana menteri. Setelah Pemilu nanti.

Sudah 16 tahun ia di jabatan puncak itu.

Partai penguasa sudah bulat: memilih Heng Swee Keat sebagai calon pengganti Lee Hsien Loong. Itu kalau Swee Keat terpilih sebagai anggota DPR di Pemilu nanti.

Partai penguasa sudah memastikan itu. Swee Keat sudah beberapa tahun menjabat wakil perdana menteri.

Di banyak negara sering terjadi keajaiban hasil Pemilu. Di Singapura hasil pemilu itu selalu seperti pinang dibelah dua.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya