Berita

Ilustrasi AS versus China/Disway

Dahlan Iskan

Dua SSW

RABU, 15 APRIL 2020 | 04:14 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

KITA terbelalak melihat cepatnya vaksin Covid-19 ditemukan. Oleh jenderal wanita Chen Wei di Wuhan itu.

Ternyata itu kalah cepat.

Kemarin TV pemerintah Tiongkok mengumumkan yang baru lagi: ada satu penemuan vaksin yang sudah dinyatakan lulus uji klinik tahap kedua.


Sedang vaksin penemuan Chen Wei baru memasuki uji klinik tahap kedua. Dua hari lalu.

Tapi, menurut catatan WHO, organisasi kesehatan dunia, vaksin penemuan Chen Wei adalah satu-satunya yang tercatat di lembaga itu yang sudah melakukan uji klinik tahap kedua.

Berarti penemuan yang lebih cepat itu belum didaftarkan ke WHO, entah dengan maksud apa.

Pemerintah Tiongkok sendiri menyebutkan vaksin yang lebih cepat ini dikembangkan oleh perusahaan di Beijing dan Wuhan. Yakni China Institute Biological Sino Pharmaceutical Group (Wuhan) dan Kexing Zhongwei Biotechnology Co. Ltd (Beijing).

Jelas sekali di berita itu, pemerintah mengatakan bahwa vaksin ini adalah gelombang pertama yang sudah menyelesaikan uji klinik tahap kedua.

Kalau begitu masih perlu tahap apa lagi? Sebelum diproduksi massal?

Kalau zaman normal-normal saja berarti tinggal diperlukan satu tahap uji klinik lagi.

Atau jangan-jangan Tiongkok akan menggunakan klausul pandemik untuk mempercepat produksi vaksin ini.

Menurut aturan memang diperlukan tiga tahap uji klinik. Begitulah prosedur penemuan obat baru.

Uji klinik tahap pertama untuk melihat bahaya efek samping obat tersebut. Karena itu jumlah orang yang ikut uji coba tidak perlu banyak.

Dalam hal ini vaksin yang ditemukan Jenderal Chen Wei sudah lolos. Yakni diputuskan dalam sidang jarak jauh tanggal 16 Maret lalu. Yang sidangnya hanya berlangsung dua jam.

Lalu dikeluarkan izin untuk melakukan uji klinik tahap kedua.

Chen Wei pun mencari relawan sebanyak 500 orang. Penyuntikan pertama uji klinik tahap kedua itu sudah dilakukan: tanggal 13 April kemarin. Termasuk kepada kakek berumur 84 tahun.

Mengapa diujicobakan kepada orang yang begitu tua? ”Karena banyak juga orang setua itu terserang Covid-19. Padahal dosis vaksin untuk orang umur 80 harus berbeda dengan yang umur 60,” tulis berita itu.

Uji coba tahap kedua diperlukan untuk melihat kemanjuran vaksin. Karena itu jumlah orang yang ikut uji coba lebih banyak lagi.

Di tahap ini vaksin penemuan Chen Wei kalah cepat dengan yang cepat tadi.

Sedang vaksin yang ditemukan ahli Amerika Serikat kini masih menunggu hasil uji klinik tahap pertama. Berarti Amerika kalah dua langkah --dari segi kecepatan. Entahlah dari segi kualitas.

Sebenarnya saya masih menunggu perkembangan terbaru dari Tiongkok. Tadi malam. Saya berharap ada berita susulan: tidak diperlukan lagi uji klinik tahap ketiga. Dengan alasan ini kan zaman pandemik.

Tapi yang saya nantikan tidak datang. Padahal saya menunggunya sampai pukul 22.00. Sampai saya terkantuk-kantuk.

Ya sudahlah. Mata sudah tidak kuat lagi. Sudah tidak seperti dulu, yang kuat menunggu hasil pertandingan sepak bola Eropa sampai pukul 1 malam.

Uji klinik tahap ketiga itu sebenarnya ”hanya” untuk extra hati-hati. Tujuannya: apakah vaksin itu secara keseluruhan bisa menghasilkan seperti yang direncanakan.

Karena itu di uji coba tahap ketiga ini orang yang divaksin lebih banyak lagi. Seolah seperti sudah dipergunakan untuk masyarakat luas.

Tujuan lainnya: untuk dibandingkan dengan obat sejenis di penyakit yang sama.

Lho. Dalam hal vaksin Covid-19 ini mau dibandingkan dengan vaksin yang mana? Bukankah belum ada vaksin serupa dengan itu?

Itulah. Sampai saya menunggu jangan-jangan tahap ketiga itu tidak diperlukan.

”Sebenarnya ada klausul untuk mempercepat penemuan obat baru. Yakni klausul pandemik,” ujar satu dari tiga profesor yang saya ajak bicara soal ini tadi malam. Tiga profesor itu semua aktif di bidang penelitian obat dan virus.

Saya sendiri menduga kali ini vaksin baru itu dicukupkan uji kliniknya sampai tahap kedua saja. Berarti proses produksinya akan segera dilakukan. Di Beijing untuk wilayah utara dan di Wuhan untuk wilayah tengah sampai Selatan.

Sedang uji klinik tahap ketiganya bisa dilakukan sambil jalan. Ini kan zaman pandemik.

Dengan dua penemuan vaksin Covid-19 di Tiongkok ini, maka lengkaplah: untuk yang telanjur terkena virus sudah ditemukan Carrimycin. Sedang untuk yang belum terkena Vovid-19 bisa divaksinasi.

Tapi kita tetap saja harus lebih bersabar: menunggu keduanya kapan sampai di Indonesia.

Kita senang ketika Covid tidak kunjung bisa masuk Indonesia. Dulu itu. Sampai-sampai kita sangka perizinannya sulit.

Kini kita berharap perizinan masuknya vaksin nanti bisa SSW (set-set-wet), meminjam istilah kecepatan gerakan copet yang kini mulai banyak beraksi.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya