Berita

Pejahit masker rumahan dapat berkah dari wabah corona/RMOLJateng

Nusantara

Pemerintah Imbau Gunakan Masker Kain, Penjual Kue Ini Banting Setir Jadi Penjahit Masker

SELASA, 07 APRIL 2020 | 16:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Di tengah pandemik corona yang telah menekan perekonomian, membuat kecermatan dan kecepatan dalam melihat peluang menjadi kunci para pengusaha untuk survive.

Nah, turunnya imbauan pemerintah soal penggunaan masker kain bagi setiap warga apalagi saat keluar rumah membuat permintaan produk ini tergolong tinggi. Inilah yang dilihat Ningsih (46) sebagai peluang.

Warga Sadakan Kidul 3/2 Gumpang Kartasura, Sukoharjo, ini sebelumnya berjualan kue jajanan pasar. Kini dia banting stir menjadi penjahit masker. Bahkan, saking banyaknya orderan, dia harus merekrut dua pegawai dan memberdayakan lima penjahit rumahan.


"Awalnya saya jualan jajanan pasar. Karena sakit saya terpaksa berhenti jualan. Dan karena bisanya menjahit, mulai Januari kemarin saya beralih usaha jahit pembalut kain dan masker," kata Ningsih, Selasa (7/4), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.
 
Ningsih mengawali usahanya hanya bermodal kain perca dan satu mesin jahit. Hingga akhirnya pada awal Maret, saat virus corona merebak, permintaan masker mulai tinggi.

"Saat ini sudah punya dua pegawai potong kain, kalau jahitnya memberdayakan ibu rumah tangga di sekitar rumah. Mereka garap (jahit) di rumah," imbuhnya.

Saat ini Ningsih mampu memproduksi sedikitnya 200-300 unit masker setiap hari. Itu pun diakuinya masih kewalahan dalam memenuhi orderan.

Sebelumnya ia menitipkan dagangannya di apotek atau toko di pasar. Tapi sekarang ia sudah melayani orderan online dan reseller.

"Untuk masker saya jual mulai harga Rp 3.000-Rp 6.000, kalau pembalut kain paket isi empat harga Rp 120 ribu," imbuhnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya