Berita

Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Syaidu Solihin (Tangkapan layar dari siaran webinar Public Expose Live 2026, Senin 7 September 2026)

Bisnis

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 12:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebanyak 45 perusahaan tercatat akan memaparkan perkembangan kinerja dan rencana pengembangan usaha dalam Public Expose Live 2026. 

Kegiatan yang digelar selama lima hari ini menjadi ruang bagi investor untuk memperoleh penjelasan langsung dari manajemen perusahaan.

Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Syaidu Solihin mengatakan Public Expose Live 2026 diselenggarakan BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Kegiatan tersebut berlangsung secara virtual pada 7-11 September 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 Pasar Modal Indonesia.

"Sebanyak 45 perusahaan tercatat akan menyampaikan perkembangan kinerja dan rencana pengembangan usahanya kepada publik secara virtual," kata Syaidu dalam pembukaan webinar Public Expose Live 2026, Senin 7 September 2026.

Menurut Syaidu, forum tersebut penting karena memberikan kesempatan kepada investor untuk menggali informasi langsung dari manajemen perusahaan tercatat. Investor dapat mendalami kinerja, strategi, prospek, sekaligus tantangan yang dihadapi masing-masing perusahaan.

"Public Expose Live menghadirkan kesempatan untuk memperoleh penjelasan langsung dari manajemen perusahaan tercatat. Melalui kegiatan ini, investor dapat mendalami informasi mengenai kinerja, strategi, prospek, serta tantangan yang dihadapi perusahaan," ujarnya.

Format virtual juga dinilai memperluas akses investor dari berbagai daerah. Investor dapat mengikuti paparan dan berdialog dengan manajemen tanpa harus berada di lokasi yang sama.

Syaidu menilai kesediaan manajemen perusahaan untuk berdialog dengan investor memiliki arti penting dalam membangun hubungan jangka panjang. Paparan perusahaan, kata dia, diharapkan tidak hanya menyampaikan capaian kinerja, tetapi juga memberikan gambaran mengenai arah pengembangan usaha serta tantangan yang dihadapi.

"Penjelasan manajemen dapat membantu investor memahami konteks yang tercantum dalam laporan perusahaan. Penyelenggaraan secara virtual memperluas kesempatan tersebut bagi investor dari berbagai wilayah," katanya.

BEI juga mendorong perusahaan tercatat untuk menjaga komunikasi dengan investor setelah Public Expose Live berakhir. Keterbukaan informasi yang dilakukan secara konsisten dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan di pasar modal.

Syaidu turut mengajak investor memanfaatkan forum tersebut secara aktif dengan tetap menggunakan penjelasan manajemen bersama keterbukaan informasi resmi lainnya sebagai bahan analisis.

"Dengan pemahaman yang lebih baik, investor diharapkan dapat mengambil keputusan sesuai dengan tujuan investasi dan profil resikonya," ujarnya.

Dalam momentum HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, BEI berharap Public Expose Live 2026 tidak berhenti sebagai agenda paparan perusahaan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara emiten dan investor.

"Harapan kami, kegiatan ini dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka, serta kepercayaan yang terus terjaga. Ketiganya merupakan fondasi penting untuk membangun Pasar Modal Indonesia yang berintegritas, berkelanjutan, dan berdaya saing global," pungkas Syaidu.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya