Berita

Ganjar Pranowo/Net

Nusantara

Ganjar Pranowo: Kematian Pasien Covid-19 Di Jateng Kebanyakan Memiliki Penyakit Bawaan

SABTU, 04 APRIL 2020 | 06:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyinggung tentang siaran pers Pemerintah Pusat pada Jumat (3/4) yang menyebut kasus pasien Corona meninggal di Jawa Tengah bertambah 11 orang.

Padahal angka 11 itu akumulatif, bukan bertambah sebanyak 11 orang di hari tersebut.

"Bukan hari ini meninggal sebelas. (sebelas) itu akumulasi jumlah korban meninggal sejak awal kasus hingga kemarin. Jadi bukan hari ini bertambah 11 korban meninggal,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/4).


Ganjar mengaku kaget saat Pemerintah Pusat  tiba-tiba menyebut ada angka sebelas yang dimasukkan.

"Kita juga kaget tadi membacanya. Maka setelah di clearance tidak ada. Itu akumulatif," katanya lagi menjelaskan.

Ia pun menyampaikan angka kematian di Jawa Tengah akibat virus corona mencapai 18 orang.  Semua pasien itu kebanyakan telah memiliki penyakit bawaan.

"Kalau dari catatan medis yang dilaporkan ke saya secara lisan mereka punya penyakit bawaan. Di rumah sakit lengkap laporannya," kata Ganjar.

Dari 18 korban meninggal, empat di antaranya berusia di bawah 50 tahun. Kebanyakan dari mereka memiliki riwayat perjalanan dari daerah episentrum di Indonesia maupun luar negeri.

Ganjar juga menyampaikan laporan angka kasus  sejak wabah virus corona mulai memasuki Jawa Tengah.

Per 3 April 2020,  telah terjadi 114 kasus positif corona dengan rincian 85 masih dalam perawatan, 11 sembuh, dan 18 telah meninggal. Dari 18 yang meninggal itu, hanya empat orang yang berusia di bawah 50 tahun.

Pada 8 Maret 2020 dari kasus yang ada, dua di antaranya meninggal. Satu perempuan berusia 59 tahun dan lelaki berusia 60 tahun.

Pada 13 Maret ada perempuan 44 tahun. Pada 21 Maret laki-laki usia 77 tahun, 25 Maret laki-laki usia 22 tahun, 28 Maret laki-laki usia 65 tahun, 29 Maret laki-laki usia 70 tahun, dan 31 Maret laki-laki usia 62 tahun.

Selanjutnya pada 1 April ada tujuh yang meninggal. Yakni lima laki-laki usia 64, 69, dan 45, 56, dan 43 tahun serta dua perempuan usia 67 dan 72 tahun. Terakhir pada 2 April ada dua laki-laki meninggal usia 64 tahun dan 73 tahun.

Pada 2 April juga ada satu lagi yang meninggal. Data di Dinkes Jateng masih berstatus PDP dengan hasil tes yang belum diterima.

Ganjar mengaku selalu menerima laporan real time dari jajarannya ketika ada penambahan kasus. Tapi khusus untuk kasus pasien Covid-19 yang meninggal, Ganjar menyampaikan pihak rumah sakit mesti melakukan clearance terlebih dahulu.

"Kalau kita sudah ada datanya. Pusat baru menginformasikan ini. Karena setiap ada yang meninggal mereka (rumah sakit) clearance dulu baru dilaporkan ke kita. Maka sering kali laporannya terlambat. Tidak otomatis ketika ada yang meninggal laporannya langsung masuk ke kita," ujar Ganjar.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya