Berita

Fahira Idris/RMOL

Politik

Diapresiasi, Pembatalan UN Harus Ditempuh Demi Kesalamatan Seluruh Siswa

SELASA, 24 MARET 2020 | 17:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Keputusan pemerintah yang membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau setingkat Madrasah Tsnawiyah (MTs), dan Sekolah Dasar (SD) atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah keputusan yang tepat.

Saat ini semua kebijakan dan keputusan negara harus berlandasakan kepada keselamatan masyarakat dan harus mempunyai dimensi untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan keputusan pembatalan UN adalah keputusan yang tepat. Gelaran UN ini, lanjut Fahira, membutuhkan fokus dan energi karena diikuti sekitar 8,3 juta siswa dari 106 ribu satuan pendidikan di seluruh Tanah Air.


Sementara saat ini, fokus dan energi bangsa tengah dioptimalkan untuk mencegah dan menghentikan penyebaran Covid-19.

"Pembatalan UN ini harus ditempuh demi kesalamatan seluruh siswa dan langkah strategis dalam upaya kita menghentikan laju penularan Covid-19. Saat ini kita harus benar-benar pusatkan fokus dan energi menghentikan Covid-19," tukas Fahira Idris, di Jakarta (24/3).

Menurut Fahira, pembatalan UN juga tidak akan berdampak signifikan terhadap dunia pendidikan menginggat saat ini, UN sudah tidak lagi menjadi parameter utama untuk menilai kemampuan akademis para siswa dan hanya menjadi alat untuk memetakan kemampuan akademik para siswa.

Selain itu, UN juga tidak lagi menjadi penentu bagi siswa untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pembatalan UN di tengah meluasnya penyebaran Covid-19 keputusan yang tepat.

Fahira Idris mengungkapkan, saat ini yang perlu segera dipersiapkan oleh sekolah di seluruh tanah air adalah mulai memilih opsi pengganti UN yang telah ditetapkan pemerintah.

Sebagai informasi opsi yang bisa dipilih sekolah sebagai pengganti UN yaitu ujian kelulusan sekolah secara mandiri tanpa harus ada tatap muka dan tanpa mengumpulkan para siswa di ruang kelas (secara daring atau online) atau lewat nilai rapor atau nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah.

"Di tengah kondisi seperti saat ini, sekolah diharapkan pilih opsi yang benar-benar efektif dan efisien dilaksanakan. Jika opsi sudah didapat segara susun mekanisme dan teknisnya dan kemudian sosialisasikan ke seluruh siswa dan orang tua siswa," ujar Senator DKI Jakarta ini.

Sedianya, jadwal UNBK untuk tingkat SMA/MA pada 30 Maret-2 April 2020, dan untuk UNBK SMP/MTs pada 20-23 April 2020.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya