Berita

Ilhan Omar/Net

Dunia

Ejek Ilhan Omar Pasca Ancaman Pembunuhan, Trump Kobarkan Islamofobia

SENIN, 08 APRIL 2019 | 12:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat dikecam karena dinilai berkontribusi mengobarkan iklim Islamofobia.
 
Kecaman bermunculan menyusul penangkapan seorang pria pendukung Trump bernama Patrick Carlineo yang mengancam akan membunuh Ilhan Omar.
 
Omar merupakan seorang legislator Demokrat dari Minnesota yang merupakan salah satu wanita Muslim pertama yang terpilih untuk duduk di kursi Kongres Amerika Serikat.
 

 
Pelaku yang mengancam Omar, yakni Carlineo, ditangkap Jumat pekan lalu. Pria asal Addison Amerika Serikat itu didakwa telah melakukan panggilan telepon yang mengancam ke kantor Omar.
 
Menurut FBI, Carlineo mengatakan kepada anggota staf, "Apakah Anda bekerja untuk Ikhwanul Muslimin? Kenapa kau bekerja untuknya, dia teroris sialan. Saya akan menaruh peluru di tengkoraknya,".
 
Menurut pengaduan kriminal FBI, Carlineo melakukan panggilan mengancam ke kantor Omar pada 21 Maret lalu. Dia menyebut identitas dirinya dengan nama aslinya.
 
Seminggu kemudian Carlineo diwawancarai oleh FBI di rumah. Pada awalnya tersangka mengaku telah mengatakan dalam panggilan itu bahwa "jika leluhur kita masih hidup, mereka akan menembakkan peluru ke kepala (Omar),". Dia kemudian bersikeras bahwa dia marah dan tidak yakin dengan ucapannya.
 
Carlineo sendiri menggambarkan dirinya sebagai seorang patriot yang mencintai presiden Trump dan membenci Muslim radikal. Saat ditangkap, dia ditemukan memiliki senapan dan pistol di rumahnya.
 
Pasca penangkapan Carlineo, alih-alih mengeluarkan kecaman atau solidaritas pada Omar, Trump justru mengejek Omar di depan audiensi Republik Yahudi.
 
Dengan sarkastis, Trump berpura-pura berterima kasih kepada Omar atas dukungannya terhadap Israel.
 
"Oh, saya lupa. Dia (Omar) tidak menyukai Israel, saya lupa, saya minta maaf. Tidak, dia tidak suka Israel, kan?" kata Trump.
 
Omar tidak menanggapi dengan provokatif pernyataan Trump.
 
"Tuhanku, maafkan orang-orangku karena mereka tidak tahu," tulis Trump di akun Twitternya dalam menanggapi laporan pidato Trump.
 
Omar sendiri diketahui merupakan kritikus Trump yang vokal. Bulan lalu, setelah penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 50 orang, Omar menuduh Trump mengobarkan kebencian yang melatarbelakangi kekerasan semacam itu.
 
"Trump adalah seorang presiden yang secara terbuka mengatakan Islam membenci kita, yang memicu kebencian terhadap umat Islam, yang berpikir bahwa boleh saja berbicara tentang sebuah agama dan seluruh komunitas dengan cara yang tidak manusiawi, menjelekkan," kata Omar pada saat itu, seperti dimuat The Guardian.
 
Direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam, Afaf Nasher, menilai bahwa retorika yang memanas menciptakan iklim yang berbahaya di Amerika Serikat.
 
"Lingkungan politik, yang dipimpin oleh seorang Islamofobia di Gedung Putih, telah menormalkan pidato kebencian dan membuat orang-orang fanatik dalam tindakan mereka. Meningkatnya ancaman Islamofobia dan supremasi kulit putih harus ditanggapi dengan serius," jelasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya