Berita

Mahathir Mohamad/Net

Dunia

Koalisi Partai Penguasa Malaysia Kalah Di Pemilu Sela, Popularitas Mahathir Menurun?

MINGGU, 03 MARET 2019 | 22:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Koalisi yang berkuasa di Malaysia kehilangan konstituensi di negara bagian dalam pemilihan sela pada akhir pekan ini (Sabtu, 2/3).
 
Koalisi Pakatan Harapan Perdana Menteri Mahathir Mohamad atau Aliansi Harapan, kehilangan kursi di daerah pemilihan Semenyih di negara bagian Selangor.
 
Koalisi tersebut sebenarnya memenangkan kursi pada Mei 2018 lalu, namun karena anggota parlemen wafat Januari lalu, pemilihan sela harus dilakukan. Hasilnya, koalisi kehilangan kursi dan direbut oleh Barisan Nasional.
 

 
Hasil tersebut merupakan pukulan bagi koalisi Mahathir, yang menghadapi kritik karena gagal memberikan reformasi yang dijanjikan dengan cepat pasca menang dari Najib Razak dalam pemilu tahun lalu.
 
Reuters memuat, kekalahan itu juga bisa menjadi tanda berkurangnya popularitas Mahathir.
 
Diketahui bahwa Mahathir mendapat banyak dukungan datang dari etnis minoritas China dan India dalam pemilu tahun lalu. Tetapi, menurut prediksi lembaga survei Merdeka Center Malaysia, koalisi itu memperoleh suara hanya 30 persen pemilih Melayu.
 
Jajak pendapat yang diterbitkan lembaga yang sama sejak saat itu menunjukkan koalisi telah kehilangan dukungan di kalangan orang Melayu. Banyak yang khawatir bahwa kebijakan afirmatif yang mendukung mereka dalam bisnis, pendidikan dan perumahan dapat diubah di bawah kepemimpinan Mahathir.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya