Berita

KTT Hanoi antara Trump dan Kim/Reuters

Dunia

KTT Hanoi Berakhir Tanpa Kesepakatan, Saham Korea Selatan Anjlok

KAMIS, 28 FEBRUARI 2019 | 17:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Saham Korea Selatan mencatat penurunan terbesar dalam empat bulan terakhir pada hari ini (Kamis, 28/2). Penurunan terjadi setelah KTT Hanoi berakhir tanpa kesepakatan. KTT itu melibatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
 
Menurut Bloomberg memuat, indeks acuan Kospi Seoul turun 1,8 persen, sementara mata uang Korea Selatan, won, kehilangan 0,5 persen terhadap dolar AS.
 
"Runtuhnya KTT Trump-Kim jelas memiliki efek negatif pada saham Korea Selatan, karena negara ini rentan terhadap faktor militer dengan Korea Utara," kata analis di CMC Markets di Singapura, Margaret Yang kepada Al Jazeera.
 

 
Di antara saham yang paling terpukul adalah perusahaan infrastruktur Korea Selatan, yang meningkat dalam beberapa hari terakhir dengan harapan kesepakatan damai.
 
KTT Hanoi diketahui berakhir lebih cepat dan tanpa kesepakatan apapun hari ini (Kamis, 28/2).
 
Presiden Amerika Serikat dalam konferensi pers usai pertemuan mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan beda pandangan soal sanksi.
 
Padahal, di saat yang bersamaan Trump mengakui bahwa Kim berkomitmen bahwa Korea Utara tidak akan melakukan uji coba roket dan senjata nuklir lainnya.**

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya