Berita

Peniru Trump dan Kim/Net

Dunia

Donald Trump Dan Kim Jong Un Gadungan Sempat Ditahan Di Vietnam

MINGGU, 24 FEBRUARI 2019 | 01:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Otoritas Vietnam tampaknya tidak terhibur dengan kelakuan dua orang yang menirukan gaya dan penampilan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
 
Duo turun ke jalanan ibukota Hanoi dengan berpakaian dan berpenampilan layaknya Kim dan Trump. Mereka berpose untuk foto-foto dengan warga yang melihatnya.
 
Aksi ini dilakukan hanya selang seminggu sebelum Kim dan Trump menggelar pertemuan puncak kedua di Hanoi.
 

 
Namun pasca aksi tersebut, Howard X, seorang peniru gaya Kim Jong Un tersebut dalam unggahan di Facebook mengatakan bahwa sekitar 15 polisi atau petugas imigrasi menuntut "wawancara" wajib dengan dia dan temannya yang menirukan Trump, Russell White.
 
"Mereka kemudian mengatakan bahwa ini adalah waktu yang sangat sensitif di kota karena KTT Trump-Kim dan bahwa peniruan kami menyebabkan gangguan dan menyarankan agar kami tidak melakukan peniruan di depan umum selama kami tetap karena presiden ini memiliki banyak musuh dan itu untuk keselamatan kita sendiri, " tulisnya.
 
Menurut Howard X, dia didatangi beberapa kali oleh seorang perwira Vietnam yang tidak disebutkan namanya. Dia mengancam para peniru dengan deportasi, karena melanggar aturan imigrasi.
 
Namun mereka tidak pernah ditahan lama dan diantar kembali ke hotel dan disuruh tinggal diam sampai pihak berwenang memutuskan bagaimana memperlakukan mereka.
 
"Meskipun saya tidak terkejut bahwa saya ditahan karena melakukan peniruan identitas saya di Vietnam, itu masih sangat menjengkelkan," tulisnya di halaman Facebook, seperti dimuat Al Jazeera (Sabtu, 23/2). [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya