Berita

Cyrene/Net

Dunia

Menegok Cyrene, Kota Kuno Yang Terabaikan Pasca Konflik Libya

RABU, 20 FEBRUARI 2019 | 22:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah kota kuno di Libya Timur yang menjadi saksi sejarah kejayaan masa lampau kini bagai wilayah terabaikan. Kota kuno tersebut adalah Cyrene yang terletak di timur Libya.
 
Graffiti menutupi dinding amfiteater Yunani di Cyrene. Toko-toko suvenir dan kafe di sepanjang jalan pegunungan yang mengarah ke situs berusia 2.600 tahun itu pun sepi, tidak ada aktivitas berarti.
 
Cyrene menjadi korban dari konflik yang terjadi di Libya pasca pemimpin Kuammar Gaddafi digulingkan pada 2011. Negara itu pun seketika berubah menjadi medan perang karena persaingan kelompok untuk mendapatkan kendali.
 

 
Cyrene adalah salah satu dari lima situs Warisan Dunia UNESCO di negara Afrika Utara yang terdaftar karena nilainya yang luar biasa.
 
Situs lainnya termasuk reruntuhan kota Romawi Leptis Magna, dan Sabratha, keduanya di Libya barat.
 
Situs tersebut pernah menjadi primadona utama turis yang datang ke Libya. Namun kini, situs yang kini hancur harus sekarang berjuang dengan pengabaian, pengacau dan perampasan tanah secara ilegal oleh penduduk setempat.
 
Dengan hilangnya turis dan Departemen Barang Antik Libya pun kekurangan anggaran, kondisi situs kuno tersebut semakin buruk. Beberapa harta seperti kepala atau seluruh torso patung yang tercantum dalam buku panduan yang dikeluarkan pada 2011 tidak lagi ada.
 
"Banyak artefak telah diselundupkan ke luar negeri," kata Ahmad Hussein, kepala departemen barang antik dari pemerintahan paralel yang bertanggung jawab atas Libya timur, seperti dimuat Channel News Asia. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya