Berita

Nancy Pelosi dan Trump/Net

Dunia

Demokrat: Keadaan Darurat Bukti Trump Putus Asa

JUMAT, 15 FEBRUARI 2019 | 18:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Politisi Demokrat mengkritik tajam rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menggunakan hak eksekutif mengumumkan keadaan darurat demi merealisasikan janjinya membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko.
 
Langkah yang jarang digunakan orang nomor satu Amerika Serikat itu akan memungkinkan Trump untuk melewati Kongres, yang telah menolak untuk menyetujui anggaran yang dibutuhkan untuk membangun tembok.
 
Mendeklarasikan keadaan darurat nasional akan memberi Trump akses ke anggaran miliaran dolar untuk proyeknya.
 

 
Menanggapi rencana Trump itu, politisi senior Demokrat menyebut Trump melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan tindakan melanggar hukum.
 
Ketua DPR Nancy Pelosi dan pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer mengeluarkan pernyataan bersama dengan kata-kata keras yang mengecam langkah itu.
 
"Mendeklarasikan keadaan darurat nasional akan menjadi tindakan yang melanggar hukum, penyalahgunaan besar kekuasaan kepresidenan dan upaya putus asa untuk mengalihkan perhatian dari kenyataan bahwa Presiden Trump melanggar janji intinya untuk meminta Meksiko membayar temboknya," begitu bunyi pernyataan tersebut.
 
"Dia tidak bisa meyakinkan Meksiko, rakyat Amerika, atau wakil-wakil mereka yang terpilih untuk membayar temboknya yang tidak efektif dan mahal, jadi sekarang dia sedang mencoba menjalankan putaran di sekitar Kongres dalam upaya putus asa untuk menempatkan pembayar pajak pada kaitannya untuk itu," tambah pernyataan yang sama seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya