Berita

Ilustrasi/Net

Global

Polusi Udara Di Utara China Melonjak 16 Persen

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 | 13:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polusi udara di 39 kota besar di China sebelah utara melonjak 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Data resmi menunjukkan, dengan melonjaknya kegiatan industri di wilayah tersebut membuatnya semakin tidak mungkin untuk memenuhi target emisi musim dingin mereka.
 
Menurut analisis Reuters dari data polusi resmi, konsentrasi rata-rata kecil, partikel berbahaya yang dikenal sebagai PM2.5 di dua zona kontrol emisi utama China utara naik 16 persen dari tahun sebelumnya menjadi 114 mikrogram per meter kubik.
 

 
"Alasan kenaikan level PM2.5 tidak sulit untuk diidentifikasi," kata Lauri Myllyvirta, analis energi dengan kelompok lingkungan Greenpeace.
 
Dia mencatat bahwa baja, tenaga panas dan produksi semen melonjak di seluruh wilayah pada kuartal terakhir 2018.
 
"Pengalihdayaan output industri yang berlangsung musim dingin lalu agar Beijing mencapai target kualitas udaranya dibalik pada musim dingin ini, mendorong tingkat polusi udara naik di kawasan itu sementara bagian lain negara itu telah mengalami peningkatan," tambahnya.
 
Performa terburuk selama sebulan adalah kota batubara Linfen di provinsi Shanxi, yang memperlihatkan level PM2,5 rata-rata 174 mikrogram, naik 23 persen dari tahun sebelumnya.
 
Sementara itu, Shijiazhuang, ibukota provinsi Hebei, wilayah pembuat baja terbesar di China, juga mengalami peningkatan emisi 30 persen menjadi 144 mikrogram.
 
Dia menambahkan, standar kualitas udara resmi China adalah 35 mikrogram, sementara Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan rata-rata tahunan tidak lebih dari 10.[mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya