Berita

Koran Washington Post palsu/Net

Global

Koran Washington Post Palsu Kabarkan Trump Mundur Dan Melarikan Diri Ke Krimea

KAMIS, 17 JANUARI 2019 | 14:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Warga Amerika Serikat dibuat geger dengan beredarnya surat kabar Washington Post palsu pekan ini yang mengangkat headline bahwa Presiden Donald Trump melarikan diri ke Krimea.

Surat kabar tiruan itu dibuat oleh sebuah organisasi nirlaba yang juga membagikannya kepada orang-orang di sekitar Gedung Putih dan para komuter pada Rabu (16/1).

Salinan palsu surat kabar tersebut membuat kabar palsu yang menyebut bahwa Trump tiba-tiba meninggalkan kantornya pada jam 3:15 pada tanggal 1 Mei, meninggalkan pesan di atas serbet di Kantor Oval yang menyalahkan "crooked Hillary" dan "Media Berita Palsu" atas penerbangannya ke Krimea.


Laporan itu dengan teliti meniru gaya pelaporan berbasis sumber di Washington Post, dan mengutip empat pembantu Gedung Putih yang berbicara dengan syarat anonim. Mereka  menemukan serbet itu dua hari sebelum peristiwa berubah secara dramatis.

Pengunduran diri fiksi Trump dan sumpah Wakil Presiden Mike Pence berikutnya, yang langsung berjanji untuk menjaga profil serendah mungkin, datang di tengah-tengah protes besar-besaran yang dimotori oleh gerakan #MeToo sebagai tulang punggungnya.

Sementara ada spekulasi bahwa kelompok aktivis politik liberal radikal MoveOn atau CODEPINK, sebuah LSM akar rumput yang dipimpin perempuan, mungkin berada di belakang aksi beredarnya Washington Post palsu tersebut, The Yes Men, sebuah kelompok nirlaba progresif mengklaim tanggung jawab atas beredarnya surat kabar palsu itu.

"Cerita yang diceritakan makalah ini lebih masuk akal daripada kenyataan kita saat ini," kata salah satu penulis laporan palsu itu seperti dimuat Russia Today. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya