Berita

Ledakan di Kabul/Al Jazeera

Dunia

Ledakan Di Kabul Pasca Perundingan Gagal, Empat Orang Meninggal Dunia

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 06:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak empat orang meninggal dunia dan 93 lainnya luka-luka akibat ledakan yang terjadi ibukota Afghanistan, Kabul pada Senin malam (14/1) waktu setempat.

Jurubicara Kementerian Kesehatan Masyarakat Afghanistan Wahidullah Mayar mengatakan dalam sebuah cuitan di akun Twitternya bahwa di antara korban luka, terdapat 24 anak-anak.

Ledakan itu terjadi ketika sebuah mobil yang sarat bom meledak di luar kompleks keamanan tinggi yang menjadi rumah bagi beberapa perusahaan dan badan amal internasional.


"Sebagian besar korban adalah warga sipil," kata jurubicara Kementerian Dalam Negeri Najib Danish.

"Daerah itu ditutup dan operasi pencarian sedang dilakukan untuk tersangka dan penyerang," tambahnya seperti dimuat Al Jazeera.

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Ledakan itu terjadi terjadi ketika utusan perdamaian Amerika Serikat untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad mengunjungi kawasan itu untuk pertemuan yang bertujuan mengakhiri perang 17 tahun negara itu.

Pekan lalu, para pemimpin Taliban membatalkan putaran keempat pembicaraan dengan para pejabat AS di Qatar karena ketidaksepakatan mengenai agenda pertemuan.

Taliban telah menolak banyak permintaan dari kekuatan-kekuatan regional untuk mengizinkan para pejabat Afghanistan untuk mengambil bagian dalam pembicaraan damai. Merea juga mengecam pemerintah di Kabul sebagai pemerintahan "boneka". [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya