Berita

Ilustrasi/Reuters

Dunia

Libya Minta AS Cabut Larangan Bepergian

JUMAT, 08 DESEMBER 2017 | 13:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Libya yang diakui secara internasional telah meminta Amerika Serikat untuk menghapus atau mengurangi larangan bepergian yang dikenakan pada warga negaranya ole Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Libya pekan ini,

"Kementerian Luar Negeri Libya, melalui kedutaan besarnya di Washington, telah mulai mengambil tindakan untuk mencabut Libya dari daftar negara-negara dan untuk meringankan pembatasan warga Libya," begitu keterangan Kementerian Luar Negeri Libya pekan ini seperti dimuat Reuters.


Libya adalah satu dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim yang masuk dalam daftar larangan bepergian yag diputuskan oleh Trump.

Pekan ini, Mahkamah Agung Amerika Serikat mengizinkan larangan tersebut diterapkan secara penuh sementara proses pengadilan atas masa berlaku akhirnya terus berlanjut.

Larangan tersebut juga dibahas pada sebuah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Libya Mohamed Siyala dan Wakil Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Elaine Duke awal pekan ini. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya