Berita

Islamic Center of Northeast Florida/BBC

Global

Polisi Ciduk Imigran Yang Siap Serang Masjid Florida

RABU, 06 DESEMBER 2017 | 12:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

RMOL.  Seorang pria berusia 69 tahun berhasil diamankan oleh polisi di Florida karena diketahui merencanakan penyerangan sebuah masjid.

Pria tersebut adalah Bernandino Bolatete, seorang imigran Filipina yang datang ke Amerika Serikat. Menurut keterangan FBI, dia berencana untuk menargetkan Pusat Islam Florida Timur Laut di Jacksonville.

Pada sebuah konferensi pers awal pekan ini, Sheriff Jacksonville Mike Williams mengatakan bahwa Bolatete telah menyatakan sentimen anti-Islam yang kuat dan memiliki persenjataan untuk melakukan serangan tersebut.


Dia diketahui berencana untuk memanjat menara masjid tersebut dan bahwa dia memiliki lima senapan untuk digunakan dalam serangan tersebut.

Sementara itu FBI mengatakan Bolatete, yang menderita masalah ginjal, mengatakan kepada seorang agen rahasia bahwa dia ingin "menembak" sebuah masjid sebelum dia meninggal.

Pihak berwenang mengatakan tersangka tidak berencana untuk bertahan dalam serangan tersebut.

Menanggapi hal tersebut,  ketua Islamic Center of Northeast Florida mengatakan bahwa mereka terkejut mengetahui penyelidikan tersebut.

"Kami tidak tahu apa motivasi orang ini terhadap tindakan kejamnya yang direncanakan," kata juru bicara M Ashraf Shaikh seperti dimuat BBC.

Pada hari Selasa, saudara laki-laki tersangka Pedro Bolatete mengatakan kepada saluran berita lokal CBS 47 tersangka bekerja di toko minuman keras Wacko di dekat Emerson. Dia telah berada di Amerika Serikat sejah tahun 2010 lalu. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya