Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Populasi Muslim Eropa Bisa Meningkat Tiga Kali Lipat Tahun 2050

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 11:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Populasi Muslim di beberapa negara Eropa bisa meningkat tiga kali lipat pada tahun 2050 mendatang.

Begitu proyeksi yang dirilis oleh lembaga riset Pew Research Center yang berbasis di Washington pekan ini. Dalam laporan tersebut, para peneliti menunjukkan perpecahan barat-timur yang tajam.

Populasi penduduk Muslim Jerman dapat tumbuh dari 6,1 persen pada tahun 2016 sampai 19,7 persen pada tahun 2050 jika migrasi tinggi berlanjut, sedangkan di perbatasan Polandia bagian Polandia akan berubah dari 0,1 persen menjadi 0,2 persen pada skenario yang sama.


Bahkan jika semua 28 anggota Uni Eropa saat ini, ditambah Norwegia dan Swiss, menutup perbatasan mereka dengan migran, jumlah penduduk Muslim di barat akan terus bertambah karena usia yang lebih muda dan tingkat kesuburan yang lebih tinggi.

Menurut data Pew, Muslim menghasilkan 4,9 populasi Eropa pada tahun 2016, dengan sekitar 25,8 juta orang di 30 negara, naik dari 19,5 juta orang pada tahun 2010.

Jumlah migran Muslim yang tiba di Eropa melonjak setelah tahun 2014 menjadi hampir setengah juta setiap tahun, terutama karena orang-orang melarikan diri dari konflik di Suriah, Irak dan Afghanistan.

Peneliti mempertimbangkan tiga skenario yakni nol migrasi antara tahun 2016 dan 2050, migrasi sedang, dimana arus pengungsi berhenti tapi orang terus bermigrasi karena alasan lain dan migrasi yang tinggi, di mana catatan arus migran antara tahun 2014 dan 2016 terus berlanjut tanpa batas waktu dengan komposisi religius yang sama.

Dalam skenario zero migration, populasi Muslim di Eropa diperkirakan meningkat dari 4,9 persen menjadi 7,4 persen. Selain Siprus, yang memiliki populasi Muslim yang tinggi (25,4 persen) karena kehadiran historis Siprus Turki di utara pulau itu, Prancis akan memiliki populasi terbesar di Eropa dengan 12,7 persen, naik dari 8,8 persen.

Dalam skenario migrasi menengah, Swedia akan memiliki pangsa populasi terbesar di 20,5 persen. Inggris akan meningkat dari 6,3 persen di tahun 2016 menjadi 16,7 persen. Sedangkan di Finlandia akan tumbuh dari 2,7 persen menjadi 11,4 persen dan sebagian besar negara Eropa barat akan menghadapi lompatan besar.

Jika migrasi tinggi berlanjut sampai 2050, Muslim Swedia akan tumbuh menjadi 30,6 persen, Finlandia sampai 15 persen dan Norwegia mencapai 17 persen. Di Eropa timur, sebagian besar negara akan terus memiliki pangsa populasi Muslim yang relatif rendah, dengan hanya Hungaria dan Yunani yang mengalami kenaikan signifikan dari tahun 2016.

Terlepas dari migrasi, jumlah umat Islam di Eropa ditetapkan untuk tumbuh dengan pesat melalui peningkatan alam. Muslim Eropa memiliki lebih banyak anak daripada anggota kelompok agama lain, atau orang-orang yang tidak beragama, demikian hasil penelitian tersebut. Tingkat kesuburan rata-rata Eropa adalah 2,6 untuk umat Islam dibandingkan dengan 1,6 untuk non-Muslim.

Populasi Muslim juga jauh lebih muda dari non-Muslim. Proporsi Muslim di bawah usia 15 tahun adalah 27 persen, hampir dua kali lipat proporsi di bawah 15 orang non-Muslim sebesar 15 persen.

"Sementara populasi Muslim Eropa diperkirakan tumbuh dalam tiga skenario, dan lebih dari dua kali lipat dalam skenario migrasi menengah dan tinggi, orang non-Muslim Eropa, di sisi lain, diproyeksikan mengalami penurunan jumlah total dalam setiap skenario," kata Laporan Pew seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya