Berita

Dua anak yang ditemukan di kolong bus/BBC

Global

Kisah Haru Dua Anak Desa Di Kolong Bus Dan Visi "China Dream"

SELASA, 28 NOVEMBER 2017 | 07:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Foto yang menunjukkan dua anak laki-laki China nekad bersembunyi di kolong bus dan menempuh perjalanan 80 km demi bertemu orangtuanya memicu kecaman.

Foto tersebut viral di China baru-baru ini melalui media sosial lokal. Kedua anak laki-laki yang tak disebutkan namanya itu berasal dari sebuah daerah miskin di selatan Guangxi. Kakak-beradik itu nekad bolos sekolah peka lalu pada tanggal 23 November. Keduanya berusia antara delapan hingga sembilan tahun.

Guru mereka di sekolah melaporkan hilangnya kedua anak laki-laki itu. Mereka kemudian ditemukan di hari yang sama di kolong bus di sebuah terminal.


Foto dan video menunjukkan keduanya berlumuran lumpur dan menopang diri mereka di bagian bawah bus. Mereka ditemukan oleh petugas keamanan saat kendaraan tersebut berhenti di sebuah terminal dalam perjalanan.

Mereka telah menempuh jarak puluhan kilometer di sepanjang lereng curam. Beruntung mereka tidak terluka, dan hanya kotor berlumuran lumpur.

"Tubuh anak-anak ini benar-benar kurus, jadi kolong bus adalah tempat persembunyian yang pas," kata seorang petugas kepada media lokal seperti dimuat BBC.

Ketika ditanyai, keduanya enggan bicara, namun akhirnya diketahui bahwa keduanya hendak menyusul kedua orang tua mereka yang bekerja di provinsi tetangga, Guangdong.

"Kami akhirnya mengerti bahwa kedua anak laki-laki tersebut telah kehilangan ibu dan ayah mereka.Mereka tersembunyi di bawah kendaraan karena mereka ingin menemukan orang tua mereka," kata petugas tersebut.

Setelah ditemukan, anak-anak tersebut dibersihkan dan diberi pakaian baru serta makanan. Petugas kemudian mengabarkan saudara mereka untuk menjemput anak-anak tersebut di hari yang sama.

Insiden tersebut telah membuat warga net China terkejut dan menyebut bahwa hal tersebut sangat menyayat hati dan memilukan.

Banyak netizen China yang mengatakan bahwa itu adalah tragedi di masyarakat. Hal itu tidak jarang terjadi, karena banyak orang tua yang pindah ke kota untuk bekerja dan anak mereka dititipkan ke saudara atau kakek-nenek mereka.

Insiden tersebut telah menyebabkan banyak pengguna online menyoroti gagasan "China Dream", yakni sebuah konsep Partai Komunis yang dipopulerkan oleh Presiden Xi Jinping pada tahun 2013 yang menetapkan satu set cita-cita pribadi dan nasional.

Salah satunya prinsip yang masuk di dalamnya adalah agar kemiskinan nasional dapat dihapuskan pada tahun 2020.

Sejumlah pengguna media sosial China menyebut bahwa China Dream belum menyentuh kedua anak desa tersebut.

"Bukankah Mimpi China dimaksudkan untuk kepentingan anak-anak ini?" kata pengguna lainnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya