Berita

Xi Jinping/Net

Global

China Gencarkan Revolusi Toilet Demi Dorong Sektor Pariwisata

SENIN, 27 NOVEMBER 2017 | 13:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China terus berupaya untuk melakukan perbaikan serta perapihan toilet sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan industri pariwisata serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Presiden Xi jinping meluncurkan "revolusi toilet" pada tahun 2015 sebagai bagian dari dorongan untuk memperbaiki standar pariwisata domestik di China, yang menurutnya menderita masalah mendalam karena kurangnya kesopanan.

"Masalah toilet bukanlah hal yang kecil, ini adalah aspek penting dalam membangun kota dan pedesaan yang beradab," kata Xi baru-baru ini seperti dimuat kantor berita resmi Xinhua.


Sebagai industri yang sedang berkembang, pariwisata China memerlukan peningkatan baik perangkat keras maupun perangkat lunak untuk melanjutkan pertumbuhan yang kuat.

Administrasi Pariwisata Nasional China baru-baru ini juga mengumumkan rencana untuk membangun dan meningkatkan 64.000 toilet antara tahun 2018 dan 2020.

Tapi revolusi toilet lebih dari sekedar memberi pelancong pengalaman liburan yang lebih baik; melainkan juga tentang menciptakan masyarakat yang lebih beradab.

Sejak berkuasa tahun 2012, Xi sering mengunjungi rumah-rumah di pedesaan dan membuat cek untuk melihat apakah penduduk setempat menggunakan toilet umum, selain itu menekankan bahwa modernisasi desa memerlukan toilet sanitasi.

Industri pariwisata China telah meningkatkan 68.000 toilet selama tiga tahun terakhir, menyelesaikan sekitar 19 persen dari tugas tersebut. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya