Berita

Bantuan untuk Yaman/CNN

Global

Bantuan Makanan Akhirnya Masuk Yaman Pasca Blokade Saudi

SENIN, 27 NOVEMBER 2017 | 09:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengiriman makanan gelombang pertama ke Yaman akhirnya dilakukan akhir pekan kemarin (Minggu, 26/11) pasca adanya blokade dari Arab Saudi awal November lalu.

Menurut keterangan Kementerian Pertahanan Yaman di Sanaa, bantuan makanan yang sangat dibutuhkan warga Yaman tersebut dikirim menggunakan kapal komersial milik seorang pengusaha Yaman. Kapal tersebut membawa 5.500 ton tepung dan tiba di pelabuhan Hodeida Yaman pada akhir pekan kemarin.

Secara terpisah, sebuah kapal Program Pangan Dunia PBB yang membawa 25.000 ton tepung terigu diperkirakan tiba di pelabuhan al-Saleef di Yaman pada hari ini (Senin, 27/11).


Kedatangan bantuan pangan pada hari Minggu menyusul kedatangan pekerja bantuan dan vaksin di hari sebelumnya.  Sebuah pesawat penumpang yang membawa pekerja bantuan dan sekitar 1,9 juta dosis vaksin yang diperkirakan cukup untuk 600.000 anak, mendarat di Sanaa pada hari Sabtu pagi (25/11).

Tiga jenis vaksin dikirim untuk melindungi setidaknya delapan penyakit mematikan, termasuk batuk rejan, tetanus, tuberkulosis, difteri, pneumonia dan meningitis.

"Untuk memberi makan 7 juta orang yang menderita kelaparan parah, kami memerlukan akses semacam ini secara teratur, seperti yang kami lakukan sebelum 5 November," kata Abeer Etefa, senior regional communications officer WFP.

"Kami berharap kapal komersial yang membawa makanan juga akan diizinkan masuk ke pelabuhan Yaman segera, karena negara tersebut mengimpor 90% makanannya dan inilah satu-satunya cara untuk mengakhiri kelaparan," tambahnya seperti dimuat CNN. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya