Berita

Palestina/Net

Global

AS Segera Pangkas Bantuan Untuk Palestina

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 12:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Komite Urusan Luar Negeri parlemen Amerika Serikat dengan suara bulat mengeluarkan undang-undang yang akan memangkas bantuan pendanaan bagi otoritas Palestina.

Panitia menyetujui RUU tersebut yang dikenal dengan Taylor Force Act pada hari Rabu (15/11) waktu setempat. RUU tersebut menetapkan pemotongan dana untuk Otoritas Palestina, namun pengecualian pembayaran tunjangan bagi  keluarga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel.

Bagian lain dari undang-undang, yang dikenal sebagai Undang-Undang Pencegahan Human Shields Hamas akan menampar sanksi kepada pemerintah, entitas, dan individu asing karena menyediakan dukungan finansial dan material kelompok perlawanan Palestina Hamas.


 Langkah-langkah tersebut ditetapkan untuk mendapat suara di majelis penuh Dewan Perwakilan Rakyat.

"Sejak tahun 2003, telah menjadi hukum Palestina untuk memberi penghargaan kepada tahanan Palestina di penjara-penjara Israel dengan gaji bulanan," kata Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR, Ed Royce dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Press TV.

"Pemimpin Palestina juga membayar keluarga tahanan Palestina dan pelaku bom bunuh diri. Kebijakan ini memberi insentif kepada terorisme," sambungnya.

Pejabat Palestina mengatakan bahwa mereka berniat untuk melanjutkan pembayaran untuk memberikan dukungan bagi kerabat orang-orang Palestina yang mendekam di penjara Israel karena berperang melawan pendudukan ilegal atau yang telah kehilangan nyawa sehubungan dengan penyebabnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya