Berita

Yaman/Net

Global

Putus Akses, Arab Saudi Perburuk Bencana Kemanusiaan Di Yaman

RABU, 08 NOVEMBER 2017 | 09:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Badan-badan bantuan berupaya mencari akses untuk memberikan bantuan ke Yaman setelah koalisi pimpinan Saudi menutup semua rute ke negara tersebut.

PBB dan Palang Merah mengatakan situasi tersebut memperburuk bencana kemanusiaan yang  terjadi di Yaman. Ribuan warga Yaman saat ini kekurangan pasokan makanan, air dan medis.

Arab Saudi membenarkan tindakan tersebut dan mengklaim bahwa langkah itu diambil karena pemberontak Houthi di Yaman dipasok dengan senjata dari Iran. Iran membantah telah mempersenjatai pemberontak.


Palang Merah mengatakan pengiriman tablet klorin, penting untuk memerangi epidemi kolera yang telah mempengaruhi lebih dari 900.000 orang, telah diblokir.

"Jika saluran ini, jalur kehidupan ini tidak dibuka, ini adalah bencana bagi orang-orang yang sudah berada dalam apa yang kita katakan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia saat ini," kata juru bicara Urusan Kemanusiaan Jens Laerke seperti dimuat BBC.

PBB mengatakan tujuh juta orang Yaman berada di ambang kelaparan.
Negara ini bergantung pada impor untuk hampir semua kebutuhan warga sipil untuk bertahan hidup, tapi sekarang makanan, bahan bakar atau obat-obatan tidak dapat masuk.

Lebih dari 8.670 orang, 60 perse di antaranya adalah warga sipil telah terbunuh dan 49.960 terluka dalam serangan udara dan berjuang di lapangan sejak koalisi melakukan intervensi dalam perang sipil Yaman pada Maret 2015. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya