Berita

Raja Mohammed VI

Global

Raja Mohammed V: Semangat Green March Tetap Dijaga Demi Sahara

RABU, 08 NOVEMBER 2017 | 08:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maroko memperingati 42 tahun Green March awal pekan ini. Green March sendiri merupakan demonstrasi besar-besaran yang dikoordinasikan oleh pemerintah Moroko untuk memaksa Spanyol memberikan provinsi Sahara yang diperselisihkan kepada Maroko pada November 1975.

Raja Maroko, Raja Mohammed V dalam pidatonya mengatakan bahwa dalam beberapa minggu mendatang, warga Maroko juga akan memperingati 60 tahun piadto yang diampaikan oleh M'hamid al-Ghizlan. Menurutnya, ada kesamaan antara dua kejadian tersebut yang bisa ditarik garis merahnya.

"Kesamaan kedua kejadian ini adalah perjanjian yang tak tergoyahkan yang mengikat Arasy dan orang-orang bersama-sama ketika menyangkut integritas teritorial bangsa, terutama yang berkaitan dengan Sahara Maroko," jelas Raja Mohammed V.


Pidato bersejarah di M'hamid al-Ghizlan, jelasnya, sangat penting karena selain tonggak sejarah, namun juga menegaskan integritas teritorial dan komitmen rakyat Maroko terhadap tanah mereka. Pidato tersebut dibuat bahkan sebelum pertanyaan tentang Sahara diajukan di PBB pada tahun 1963. Pada saat tidak ada klaim yang diajukan mengenai pembebasan Sahara, kecuali tuntutan sah Maroko dan bahkan, pidati disampaikan sebelum Aljazair merdeka.

"Sebelum hal-hal di atas terjadi, kakek saya telah menegaskan kembali hak-hak historis dan legal Maroko sehubungan dengan Sahara, saat dia dengan sungguh-sungguh dan terbuka mengumumkan kepada wakil-wakil syekh suku Sahrawi, yang telah bersumpah setia kepadanya, bahwa dia akan terus bekerja untuk memulihkan Sahara, sesuai dengan hak historis Maroko dan sesuai dengan kehendak penghuni daerah," sambungnya seperti keterangan yang diterima redaksi.

Semangat yang sama, sambungnya, juga dibawa oleh Raja Hassan II yang merupakan ayah dari Raja Mohammed V. Ia dengan cepat dan tepat merancang Green March untuk memulihkan Sahara.

"Mengikuti jejak kakek dan ayah saya, dengan tanah yang telah dibebaskan, saya terus menegakkan komitmen yang sama untuk memastikan warga di wilayah-wilayah tersebut dihormati, mempromosikan pembangunan di wilayah ini, membebaskan saudara dan saudari kita di kamp dan memastikan wilayah-wilayah tersebut sepenuhnya terintegrasi ke dalam tanah air," jelas Raja Mohammed V. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya