Berita

Carles Puigdemonta/Net

Global

Carles Puigdemont Dan Empat Penasihatnya Serahkan Diri Ke Polisi Belgia

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 | 07:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bekas pemimpin Catalunya yang digulingkan, Carles Puigdemont dan empat mantan penasihatnya menyerahkan diri ke polisi Belgia akhir pekan kemarin.

Menurut juru bicara jaksa Belgia, kata Gilles Dejemppe, Puigdemont dan empat mantan menterinya yakni Mantan Menteri Pertanian Catalunya Meritxell Serret, Mantan Menteri Kesehatan Catalunya Antoni Comín, Mantan Menteri Kebudayaan Lluís Puig dan Mantan Menteri Pendidikan Clara Ponsat menyerahkan diri ke polisi federal Belgia, didampingi oleh pengacara mereka.

Kesaksian mereka didengar oleh hakim investigasi yang kemudian memiliki 24 jam, sampai 09:17 pada hari Senin ini untuk memutuskan apakah akan menolak atau tidak. Hakim investigasi akan memutuskan apakah akan menahan mereka, melepaskan penuh atau melepakan dengan jaminan, dengan mempertimbangkan surat penangkapan Uni Eropa yang telah dikeluarkan Spanyol.


Dikabarkan BBC, jika hakim memutuskan untuk terus maju dan menangkap mereka, Belgia memiliki waktu maksimal 60 hari untuk mengembalikan tersangka ke Spanyol. Tapi jika tersangka tidak mengajukan keberatan hukum, transfer bisa terjadi lebih cepat.

Puigdemont melarikan diri ke Belgia setelah Madrid menerapkan peraturan langsung di Catalunya pasca referendum kemerdekaan yang memicu krisis politik di Spanyol. Pekan lalu, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy memberlakukan peraturan langsung di Catalunya, membubarkan parlemen daerah dan memanggil pemilihan lokal untuk 21 Desember.

Puigdemont dan belasan bekas pejabatnya pun diperintahkan untuk ditangkap terkait dengan referendum kemerdekaan tersebut. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya