Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Terbangkan Pesawat Pembom Di Semenanjung Korea

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 12:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pembom B-1 milik Angkatan Udara Amerika Serikat didampingi oleh jet tempur dari Korea Selatan dan Jepang, melakukan flyover di dekat semenanjung Korea pada hari Kamis (2/11).

Menurut sebuah pernyataan dari Angkatan Udara Amerika Serikat, dua Lancer B-1B dari Pangkalan Angkatan Udara Anderson di Guam bertemu dengan jet Jepang dan Korea Selatan sebagai bagian dari integrasi bilateral yang direncanakan, pada satu titik terbang di atas Korea Selatan.

Pembom B-1 AS yang terbang dari Guam telah terlihat secara teratur di atas Semenanjung Korea di tengah meningkatnya ketegangan dengan penerbangan reguler Pyongyang dengan jet tempur Jepang dan Korea Selatan yang sering memprovokasi kemarahan rezim Korea Utara.


Pyongyang kembali mengeluarkan tanggapan keras setelah penerbangan hari Kamis melalui media KCNA yang mengklaim latihan tersebut merupakan uji coba untuk serangan nuklir yang mengejutkan.

"Kaum imperialis Amerika Serikat yang mirip gangster tanpa henti menggunakan ancaman nuklir mereka dan memeras untuk menahan Korea Utara dengan nuklir," begitu bunyi kabar yang dimuat KCNA seperti dimuat ulang CNN.

"Pada hari Kamis, mereka membiarkan sebuah formasi pembom strategis B-1B yang ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Anderson di Guam dengan sembunyi-sembunyi terbang ke Korea Selatan lagi untuk melakukan demonstrasi mengejutkan pemogokan nuklir yang menargetkan Korea Utara," tambahnya.

Hal itu terjadi setelah dua kapal induk AS bergabung dengan perusahaan gabungan ASS Ronald Reagan di kawasan Asia Pasifik pekan lalu.

Pentagon mengatakan bahwa pergerakan kapal induk telah lama direncanakan, karena USS Nimitz kembali ke Pantai Barat AS setelah sebuah penempatan di Timur Tengah dan kapal-kapal Amerika Serikat Theodore Roosevelt menuju ke daerah tersebut untuk menggantinya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya