Berita

Trump/Net

Dunia

Tur Ke Asia, Trump Tekankan Dunia Kehabisan Waktu Tangani Krisis Nuklir Korut

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 08:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada para pemimpin Asia dalam turnya akhir pekan ini ke sejumlah negara di Asia bahwa dunia sudah kehabisan waktu atas krisis nuklir Korea Utara.

Trump pun akan membagikan strateginya untuk mengisolasi Pyongyang. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dukungan internasional untuk upaya mencabut suber daya Korea Utara sebagai kekuatan untuk memaksanya melepaskan senjata nuklir.

"Presiden mengakui bahwa kita kehabisan waktu (untuk menangani Korea Utara) dan akan meminta semua negara untuk berbuat lebih banyak," kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih H.R. McMaster mengatakan kepada wartawan pada sebuah briefing seperti dikabarkan Reuters.


Sebagai bagian dari upaya Amerika Serikat untuk mendorong China, tetangga Korea Utara dan mitra dagang utama, untuk memberikan tekanan lebih pada Pyongyang, Departemen Keuangan AS mengeluarkan sebuah keputusan resmi pada hari Kamis yang memotong dari sistem keuangan AS sebuah bank China yang dituduh melakukan pencucian uang karena dikhawatirkan bermuatan kepentingan Korea Utara.

Trump memulai tur Asianya hari ini (Jumat, 3/11) ke Hawaii sebelum melanjutkan penerbangan ke Jepang, Korea Selatan, China, Vietnam dan Filipina. Ini akan menjadi tur Asia terpanjang yang dilakukan oleh seorang presiden Amerika di lebih dari 25 tahun terakhir. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya